Iklan

Follow us

Ir Suseno Arto WP : " Pasca Bencana, Mari Bermuhasabah,Tingkatkan Hubungan dengan Sang Pencipta, serta Perbaiki interaksi dengan manusia dan lingkungan."

Timur Pos
Selasa, 16 Desember 2025, 06:48 WIB Last Updated 2025-12-15T22:48:10Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

Ketua FSU Sumut Ir Suseno Arto WP

BINJAI,TIMURPOS.COM
- Pasca Bencana Alam yang terjadi melanda Tiga wilayah pulau Sumatera yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) menyisakan luka dan duka yang mendalam bagi keluarga korban.


Dari ketiga Provinsi yang dilanda bencana tersebut begitu besar jumlah korban yang meninggal, korban luka-luka bahkan korban yang yang belum ditemukan hingga para korban juga kehilangan tempat tinggalnya.


Peristiwa ini menjadi keprihatinan yang mendalam dari salah seorang tokoh agama yang juga Ketua Forum Silaturahmi Umat (FSU) Sumatera Utara (Sumut) Ir.Suseno Arto WP.


Saat bincang-bincang dengan Reporter TIMURPOS.COM, Senin (15/12/2025), terkait bencana yang terjadi, Ir.Suseno mengatakan dirinya begitu prihatin dengan bencana yang terjadi yang begitu banyak banyak menelan korban jiwa dan harta benda.


" Saya turut bersedih, saya turut berduka, saya begitu prihatin dengan bencana yang melanda di Tiga Provinsi di Sumatera baik Aceh, Sumut dan juga Sumbar yang telah menelan banyak korban yang begitu besar," ujar Suseno.


" Kita sebagai manusia, mari ambil hikmahnya dari peristiwa yang terjadi, tingkatkanlah kesadaran kita, ini adalah suatu teguran, maka dari itu jaga kelestarian hutan dan meningkatkan amalan ibadah." terang Suseno.


Lebih jauh dijelaskan Suseno, adalah dua tindakan penting yang saling melengkapi dalam pemulihan holistik dari bencana yang terjadi diantaranya adalah menjaga Kelestarian Hutan dengan rehabilitasi Lahan Kritis.


Meningkatkan kesadaran tentang pentingnya hutan sebagai pelindung alami dari bencana dan sumber daya kehidupan.


Kemudian pengawasan Lingkungan dengan melaporkan bila ada aktivitas ilegal seperti penebangan liar atau perburuan, yang dapat merusak ekosistem hutan dan memperburuk risiko bencana.


Selanjutnya mari kita memperbanyak Amalan Ibadah dengan doa dan Zikir: Menguatkan spiritualitas dengan lebih banyak berdoa, berzikir, dan memohon perlindungan serta ketabahan dari Tuhan YME. 


Mengimplementasikan nilai-nilai ibadah melalui tindakan nyata, seperti bersedekah, menjadi sukarelawan, atau membantu korban bencana lainnya yang membutuhkan. 


Ini adalah bentuk ibadah sosial yang sangat dianjurkan menggunakan momen pasca bencana untuk bermuhasabah (introspeksi) dan meningkatkan kualitas hubungan dengan Sang Pencipta, serta memperbaiki interaksi dengan sesama manusia dan lingkungan.


Dengan mengintegrasikan kedua tindakan ini, kita dapat pulih dari bencana secara fisik dan spiritual, sekaligus membangun ketahanan yang lebih baik untuk masa depan, jelas Ir Suseno Arto WP.







Editor : Alfrets Maurits

Reporter : Syahril





Komentar

Tampilkan

Terkini