Iklan

Follow us

Ungkap Kecurangan, Mantan Lawan Susi Susanti Di Hapus Dari Sejarah Bulutangkis China

Timur Pos
Selasa, 27 Februari 2024, 19:32 WIB Last Updated 2024-02-27T11:33:36Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

YE ZHAOYING PEBULUTANGKIS TUNGGAL PUTRI NOMOR SATU DUNIA TAHUN 1995(Foto: Istimewa)


JAKARTA,TIMURPOS.COM-
Rival Susy Susanti, Ye Zhaoying, hilang dalam catatan sejarah bulu tangkis China.Padahal, ia dikenal sebagai pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia pada 1995. 


Selain Susy, namanya kerap bersaing dengan legenda bulu tangkis wanita lainnya, seperti Bang Soo-hyun dari Korea Selatan.


Sepanjang kariernya sebagai pebulutangkis,Ye sukses mendulang segudang prestasi bergengsi,seperti merebut gelar juara dunia 1995 dan 1997, Indonesia Open 1992 dan 1993, All England, Kejuaraan Asia (1992, 1994, 1995, 1998 dan 1999).


Selain itu juga Ye, pernah meraih medali perunggu Olimpiade Sydney 2000.Akan tetapi, prestasi tersebut menjadi awal dari masa kelam dalam hidupnya sebagai pebulu tangkis China.


Sebab, Ye secara gamblang mengaku sempat diancam dan minta sengaja kalah saat melawan kompatriotnya, Gong Zhichao, di semifinal Olimpiade 2000. Itu atas perintah Li Yongbo selaku pelatih kepala tim bulu tangkis China, dan Tang Xueha sebagai pelatih kepala tunggal putri.


Ye diperintah untuk sengaja kalah saat berhadapan dengan Gong agar rekan senegaranya itu bisa lolos ke babak final dan mengalahkan Camilla Martin. Namun, ia sempat mencoba melawan kecurangan rezim tersebut.


Nahasnya, usaha Ye untuk mendapatkan keadilan justru berujung petaka yang membuat namanya harus dihapus dari sejarah bulu tangkis China. Tak hanya itu, namanya sudah tidak bisa dicari di jagat maya Tiongkok seperti Baidu (google-nya China).


Setelah Olimpiade 2000, Ye memutuskan pensiun dini yakni kala berusia 26 tahun. Ia lalu menikah dengan Hao Haidong, mantan pesepakbola China dan pencetak gol terbanyak pada masanya.


Keberaniannya mengungkapkan skandal kecurangan dan melawan rezim China sampai membuat keduanya dijauhi oleh keluarga dan semua orang yang ada di Negeri Tirai Bambu. Bahkan, Ye dan Hao hidup dalam pengasingan dan menyandang status Persona non grata.



Editor : Alfrets Maurits 


Reporter:Rusdi




Komentar

Tampilkan

Terkini