Iklan

Follow us

Antou Ajak Generasi Z Berperan Aktif Untuk Gunakan Hak Pilih Dalam Pilkada 2024

Timur Pos
Selasa, 04 Juni 2024, 16:31 WIB Last Updated 2024-06-04T08:31:06Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

 



 

 

Mitra, TIMURPOS.com. – Topik hangat yang saat ini berkembang dalam ranah politik, terkait Pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak yang akan digelar pada 27 November 2024, terutama di kalangan anak muda dari Generasi Z dan Generasi Milenial.

 

Ketua Ikatan Pelajar Pemuda Mahasiswa Minahasa Tenggara (IPPMA MITRA), Julio Antou, menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam proses demokrasi, mengingat suara mereka memiliki bobot signifikan dalam pemilihan sebelumnya.

 

“Dengan bercerminkan hasil Pemilihan Umum sebelumnya, dimana dominasi suara anak muda sebesar 55%  dari 204 juta pemilih, sekitar 114 juta, maka dapat dibuktikanjika generasi ini bukan sekadar angka statistik, melainkan kekuatan yang memiliki peran krusial dalam menentukan arah kepemimpinan masa depan,”  ungkap Antou.

 

 

Lebih lanjut Antou juga mengatakan, jika membahas seputar PILKADA yang telah merambah ke segala lapisan masyarakat, maka anak muda harus turut serta dalam mengambil langkah proaktif, dan menunjukkan sikap yang progresif untuk membawa angin segar dalam politik, baik di tingkat nasional maupun regional.

 

“Sangat penting melek politik bagi anak muda. Melek politik bukan sekadar pemahaman tentang proses politik, tetapi juga kemampuan untuk menganalisis, menilai, dan berperan aktif dalam menentukan arah politik yang lebih baik bagi masa depan.  Sehinga diskusi terbuka dianggap sebagai salah satu sarana untuk lebih mengenal calon pemimpin daerah.  Sehinga dalam diskusi tersebut, anak muda dapat menilai kapabilitas, kelayakan, serta visi dari calon pemimpin, sehingga dapat membuat keputusan yang tepat saat memilih pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi daerahnya,” ,” ucap Antou.

 

Antou juga menekankan bahwa dalam menghadapi kompleksitas politik saat ini, anak muda harus menjauhi provokasi dan polarisasi, dan sebaliknya, harus mampu membawa ide, gagasan, dan perspektif baru dalam politik. Aspirasi anak muda harus didengar dan diperhitungkan oleh calon pemimpin, karena merekalah yang akan membawa perubahan dan menentukan masa depan bangsa.

 

“Anak muda sebagai agen of change, saya mengajak agar kita dapat memberikan suara kita untuk memilih pemimpin yang dapat menjadi teladan, membawa perubahan yang positif, dan berkomitmen untuk pembangunan yang berkelanjutan, baik dalam infrastruktur maupun sumber daya manusia. Dengan harapan besar menuju PILKADA 2024, keterlibatan aktif anak muda diharapkan dapat membawa dampak positif yang akan membawa daerah dan bangsa ke arah yang lebih baik,” kata Antou.

 

 

Editor:  Alfrets Maurits

 

Reporter:  James Wahongan


 

 

Pemilihan kepala daerah (PILKADA) serentak yang akan di selenggarakan 27 November 2024 mendatang, menjadi trend obrolan politik di semua kalangan, tidak terlepas oleh anak muda yang di dalam nya terdapat Generasi Z dan Generasi Milenial. Perlu diingat bahwa yang paling mendominasi dalam tahapan proses Pemilihan Umum (PEMILU) beberapa waktu lalu adalah suara anak muda dengan 55% atau sekitar 114 juta dari 204 juta orang yang punya hak pilih. Suara tersebut bukan hanya angka partisipasi dalam statistik pemilihan, tetapi menunjukkan bahwa generasi ini memiliki peran penting dalam menentukan siapa nahkoda yang layak untuk memimpin kedepanya. Pembahasan terkait PILKADA ini telah menjalar sampai ke akar rumput, maka seyogyanya anak muda harus terlibat, mengambil langkah penting dan menentukan sikap supaya bisa menjadi harapan baru serta membawa angin segar dalam dinamika perpolitikan, baik ditataran nasioanl maupun regional. Agar suatu negara bisa maju, anak mudanya tidak boleh antipati, melainkan harus melek terhadap politik. Stigma “hanya menjadi objek politik” yang selama ini diberikan kepada anak muda harus mulai diubah, karena harusnya kita memiliki pengaruh yang signifikan untuk menentukan arah politik kedepannya. Melek politik bukan berarti harus langsung terjun kedalam politik praktis, tetapi bagaimana kita sebagai anak muda harus mampu untuk menganalisa dan menilai sosok yang tepat untuk memajukan daerah yang pastinya harus selaras dengan kebutuhan rakyat. Salah satu cara untuk mengenal lebih dekat calon pemimpin daerah adalah melaksanakan diskusi terbuka guna melihat kapabilitas dan kelayakan mereka dalam menjawab serta menghadirkan gambaran tentang bagaimana kelak akan berbuat untuk daerahnya. Namun, terlepas dari siapa dan apa programnya, anak muda harus harus mampu mengatur proses transisi demokrasi ke arah yang lebih baik, dengan cara terlibat aktif dalam diskusi dengan para penyelenggara maupun para pakar dan pengamat politik atau bahkan terlibat langsung sebagai penyelenggara. Di tengah kompleksitas politik saat ini, anak muda tidak boleh terprovokasi oleh isu – isu yang dibangun apalagi sampai terpolarisasi, melainkan harusnya keberadaan anak muda dengan kapasitasnya dapat membawa ide, gagasan dan perspektif baru dalam politik. Besar harapannya, menuju hajatan PILKADA ini, para calon pemimpin dapat mendengarkan dan mengakomodir aspirasi dari anak muda, karena suara anak muda harus diperhitungkan, sehingga memiliki dampak yang positif, karena generasi inilah yang akan memegang nasib bangsa kedepan. Oleh karena itu, anak muda sebagai agen of change, mari kita memilih pemimpin yang bisa menjadi teladan, dapat membawa perubahan dan perbaikan serta berkomitmen untuk melanjutkan pembagunan, baik dalam segi infrastruktur maupun sumber daya manusianya.

Komentar

Tampilkan

Terkini