
Haji Tito Saat Bersalaman Dengan Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus
BITUNG, TIMURPOS. COM – Keberanian tokoh masyarakat Kota Bitung, Haji Tito, yang nekat turun langsung melerai tawuran dua kelompok pemuda di kawasan Empang dan Sari Kelapa beberapa waktu lalu, mendapat perhatian hingga tingkat Provinsi Sulawesi Utara.
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE, secara terbuka menyampaikan apresiasinya setelah melihat video aksi tersebut yang sempat viral di media sosial.
Apresiasi itu disampaikan dalam sambutannya saat Gubernur menghadiri kegiatan Safari Ramadhan dan buka puasa bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dengan Pemerintah Kota Bitung dan masyarakat, yang berlangsung di Masjid Agung Nurul Huda, Kelurahan Bitung Timur, Kecamatan Maesa, Jumat (13/03).
Kedatangan Gubernur bersama Ny. Anik Fitri Wandriani disambut langsung oleh Wali Kota Bitung Hengky Honandar, SE dan Wakil Wali Kota Randito Maringka, S.Sos, serta sejumlah pejabat Provinsi dan daerah, tokoh agama,tokoh adat,dan tokoh masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gubernur mengaku dirinya telah melihat langsung video yang memperlihatkan Haji Tito berdiri di tengah kerumunan massa yang sedang bentrok menggunakan barang berbahaya, berusaha menenangkan situasi agar tidak meluas.
“Saya melihat langsung video yang viral itu. Tidak semua orang berani berdiri di tengah dua kelompok yang sedang emosi. Keberanian seperti itu patut diapresiasi karena niatnya jelas untuk menyelamatkan masyarakat dan mencegah konflik yang lebih besar,” ujar Gubernur Sulut Yulius Selvanus.
Menurutnya, peran tokoh masyarakat dalam meredam konflik sosial sangat penting dan harus dihargai oleh semua pihak, termasuk aparat keamanan.
“Tokoh masyarakat adalah garda terdepan di lingkungan mereka. Ketika mereka ikut menjaga keamanan, itu seharusnya menjadi energi positif yang juga dihargai oleh aparat,” tambahnya.
Namun di tengah apresiasi dari Gubernur, sejumlah warga di wilayah Empang dan sari kelapa justru menyuarakan kekecewaan karena hingga saat ini belum terlihat adanya bentuk apresiasi terbuka dari pihak Polres Bitunh terhadap Haji Tito.
Ticoalo warga empang menilai keberanian tersebut bukan hal kecil, karena dilakukan dalam situasi yang sangat berbahaya.
“Kami warga lihat sendiri di video, beliau berdiri di tengah orang yang sedang tawuran. Itu bukan hal mudah. Kalau tidak ada beliau, mungkin sudah banyak korban,” ujar salah satu warga Empang.
Ticoalo bahkan mempertanyakan mengapa sosok yang pertama kali berani menghentikan bentrokan itu tidak terlihat dilibatkan dalam beberapa kegiatan yang berkaitan dengan upaya perdamaian.
“Banyak orang tanya, kenapa Haji Tito tidak terlihat dalam kegiatan aksi damai atau pertemuan setelah kejadian. Padahal beliau tokoh masyarakat, Ketua ormas BIFI, dan satu-satunya orang yang berani masuk melerai saat itu,” katanya
Makmur warga sari kelapa juga secara terbuka menyentil Kapolres Bitung, agar tidak menutup mata terhadap peran tokoh masyarakat yang telah membantu meredam konflik.
“Kami hanya berharap Kapolres Bitung bisa melihat ini secara objektif. Jangan sampai masyarakat yang berani menjaga keamanan justru tidak mendapat penghargaan atau bahkan dilupakan,” ujarnya
Makmur menilai bentuk apresiasi dari kepolisian akan menjadi pesan moral penting bagi masyarakat, bahwa keberanian menjaga ketertiban bersama adalah tindakan yang dihargai negara.
“Kalau orang yang berani melerai tawuran saja tidak diapresiasi, nanti masyarakat bisa berpikir dua kali untuk membantu menjaga keamanan. Padahal keamanan itu tanggung jawab bersama,” tambah makmur
Seperti diketahui, video aksi Haji Tito yang melerai tawuran dua kelompok pemuda di kawasan Empang dan Sari Kelapa sempat viral di media sosial. Dalam video tersebut, ia terlihat berdiri di tengah kerumunan massa dan berusaha menenangkan kedua kelompok yang sedang terlibat bentrok.
Aksi itu dinilai banyak pihak sebagai tindakan berani yang berisiko tinggi, namun dilakukan demi mencegah konflik meluas dan menghindari jatuhnya korban di tengah masyarakat Kota Bitung.
Kini, publik menunggu apakah keberanian tersebut akan mendapat perhatian dan penghargaan yang layak dari aparat keamanan di Kota Bitung.
( Red ) .

