• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Ekstra Kerja Para Kader Stunting, Kader Posyandu, Kader Malaria dan Kepala Kampung Mawesday Gencar Perangi Stunting

    Sabtu, 27 Juni 2026, 08:05 WIB Last Updated 2026-06-27T00:05:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    SARMI PAPUA, TIMURPOS.COM -- Mewujudkan generasi yang sehat dan bebas dari gangguan gizi serta penyakit menular menjadi prioritas utama di Kampung Mawesday, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi. 


    Upaya nyata dilakukan secara terpadu oleh Pemerintah Kampung Mawesday yang dipimpin Silas Pilemon Singgum, didukung penuh oleh Pendamping Kampung dan Pendamping Distrik Bonggo Timur, dalam melaksanakan pemberantasan stunting secara menyeluruh. 

    Tidak hanya menyasar anak usia dini, tetapi juga sejak dini pada ibu hamil agar janin yang dikandung tumbuh sehat dan kuat. Selain itu, gerakan ini juga mencakup upaya pemberantasan virus malaria yang kerap mengganggu kesehatan warga. 


    Semua program ini dijalankan secara gotong royong oleh tiga kelompok tenaga penggerak utama, yaitu Kader Stunting, Kader Malaria, dan Kader Posyandu, yang bekerja secara teratur dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.

     


    Pemerintah Kampung Mawesday bersama jajaran pendamping dan para kader kesehatan melaksanakan program terpadu pencegahan dan penurunan angka stunting, serta pemberantasan kasus malaria. Program ini mencakup pendampingan gizi bagi ibu hamil dan anak usia dini, serta inovasi penyajian makanan bergizi yang seluruhnya diolah menggunakan bahan-bahan lokal yang melimpah di wilayah tersebut.

     

    Pihak yang terlibat dalam kegiatan ini meliputi Kepala Kampung Mawesday Bpk. Silas Pilemon Singgum, Pendamping Kampung, Pendamping Distrik Bonggo Timur, tim pelaksana yang terdiri dari Kader Stunting, Kader Malaria, dan Kader Posyandu, serta seluruh keluarga, ibu hamil, dan anak usia dini yang berada di Kampung Mawesday.

     


    Kegiatan ini berlangsung di wilayah Kampung Mawesday, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi, Provinsi Papua, dan dilaksanakan secara rutin, berkelanjutan, serta terjadwal sejak awal tahun 2022 hingga saat ini dengan target utama mencapai nol kasus baru stunting dan nol kasus baru malaria di lingkungan kampung.

     

    Program ini dijalankan mengingat stunting dan malaria menjadi dua tantangan kesehatan utama yang dapat menghambat pertumbuhan fisik dan kecerdasan anak, serta menurunkan kualitas hidup masyarakat. 


    Upaya ini dilakukan agar pencegahan berjalan sejak dini — mulai dari ibu hamil agar janin mendapatkan asupan gizi yang cukup, dilanjutkan pada masa pertumbuhan anak, serta mencegah penyebaran virus malaria agar tidak melemahkan daya tahan tubuh warga secara keseluruhan.

     

    Kolaborasi yang kuat menjadi kunci utama keberhasilan pelaksanaannya. Kepala Kampung bersama pendamping kampung dan pendamping distrik mengoordinasikan seluruh langkah kerja, sementara para kader bertugas melakukan penyuluhan, pemantauan rutin, dan pendampingan langsung ke rumah warga. 


    Salah satu keunggulan program ini adalah kreativitas mengolah bahan lokal menjadi makanan yang lezat dan kaya gizi, antara lain: daun bayam diolah menjadi peyek yang kaya zat besi, ikan segar diolah menjadi bakso dengan kandungan protein tinggi, terong diubah menjadi kue dan tart yang disukai anak-anak, jantung pisang diolah menjadi makanan bernutrisi ekstra, serta bia karang dijadikan bakso dan sate yang kaya kalsium. 


    Dengan cara ini, makanan bergizi dapat disajikan secara terjangkau, mudah didapat, dan tetap menarik untuk dikonsumsi. Kepemimpinan yang peduli, dukungan pendampingan yang tepat, serta semangat kerja keras para kader menjadi bukti nyata bahwa perubahan kondisi kesehatan masyarakat dapat dicapai. 


    Upaya yang dilakukan di Kampung Mawesday membuktikan bahwa memberantas stunting sejak dalam kandungan hingga usia dini, serta mengendalikan penyakit malaria, bukan hal yang mustahil jika dilakukan bersama. Inilah contoh nyata pembangunan yang dimulai dari akar rumput — sehatnya warga, terjaminnya masa depan kampung.

     

    “Menjaga gizi ibu hamil adalah menanam masa depan; melindungi anak dari penyakit adalah menjaga harapan. Sehat itu bukan kebetulan, melainkan hasil kerja sama dan kesadaran bersama.”

     

    Jurnalis: Farli Ponomban S.Th

    Editor: Rosmawati

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini