TANGERANG SELATAN, TIMURPOS.COM – Semangat berbagi di bulan Muharam kembali ditunjukkan masyarakat Kelurahan Parigi, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.
Melalui kegiatan Gema Muharam dan Santunan Anak Yatim yang digelar di halaman Kantor Kelurahan Parigi, Kamis (25/6/2026), ratusan warga bersama para donatur bersatu menghadirkan senyum dan kebahagiaan bagi anak-anak yatim.
Mengusung tema "Berbagi Senyum Menuai Berkah Bersama Anak Yatim", kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan Drs. Heli Selamet, M.Si mewakili Wali Kota Tangerang Selatan, Sekretaris Camat Pondok Aren H. Ma'mun, S.Pd., M.M., Lurah Parigi H. Edi Suherman, S.E., unsur Polsek Pondok Aren, Ketua MUI Kota Tangerang Selatan, tokoh agama, majelis taklim, PKK, RT/RW, serta masyarakat. Tausiyah disampaikan oleh dai kondang Ustadz Taufiqurrahman, S.Q. atau yang dikenal sebagai Ustadz Pantun.
Dalam sambutannya, Lurah Parigi H. Edi Suherman mengungkapkan rasa syukur karena nilai santunan tahun ini mengalami peningkatan. Jika sebelumnya setiap anak menerima Rp1,3 juta, kini meningkat menjadi Rp1,4 juta per anak.
"Alhamdulillah, tahun ini santunan meningkat dan bahkan melebihi target. Ini membuktikan tingginya kepedulian masyarakat, para donatur tetap, maupun donatur baru yang ikut berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim," ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh donatur, mulai dari masyarakat, pelaku usaha, hingga aparatur pemerintah yang terus mendukung program sosial tersebut. Ke depan, pihak kelurahan berencana menghadirkan sistem donasi digital melalui QRIS agar masyarakat semakin mudah menyalurkan bantuan.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan, Drs. Heli Selamet, M.Si., memberikan apresiasi atas kekompakan warga Kelurahan Parigi dalam membangun kepedulian sosial.
"Saya mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan memberikan penghargaan kepada Lurah Parigi dan seluruh masyarakat atas meningkatnya santunan anak yatim. Ini adalah bukti nyata kepedulian warga terhadap sesama," katanya.
Dalam kesempatan itu, Heli juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Tangerang Selatan saat ini memberikan beasiswa pendidikan bagi pelajar yang menghafal Al-Qur'an, mulai dari hafalan tiga juz hingga 30 juz.
Panitia turut memaparkan rincian donasi yang berasal dari warga, majelis taklim, RT/RW, pelaku usaha, lembaga pendidikan, hingga tokoh agama. Hingga pelaksanaan kegiatan, dana santunan yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp90 juta.
Lurah Edi menegaskan bahwa dana tersebut tidak hanya digunakan untuk santunan tahunan, tetapi juga disiapkan untuk membantu kebutuhan mendesak anak-anak yatim sewaktu-waktu.
"Kami ingin amanah ini benar-benar bermanfaat. Karena itu, rekening yang sebelumnya atas nama pribadi bendahara kini telah diubah menjadi atas nama Panitia Anak Yatim sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas," tegasnya.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Taufiqurrahman mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak sedekah sebagai bekal amal jariah sekaligus memperkuat kecintaan kepada Al-Qur'an.
"Jangan sampai kita lebih mudah menghafal lagu-lagu viral daripada menghafal ayat-ayat suci Al-Qur'an," pesannya.
Ia juga mengingatkan pentingnya tidak terlena oleh harta dan keluarga sebagaimana firman Allah SWT dalam Surah Al-Munafiqun ayat 9–10, khususnya bagi para pemimpin, pejabat, maupun kepala keluarga.
Acara berlangsung penuh khidmat dan ditutup menjelang azan Zuhur dengan doa bersama yang dipimpin KH. Muslihudin, mengakhiri rangkaian Gema Muharam yang sarat makna kebersamaan, kepedulian, dan semangat berbagi kepada sesama.
Editor: Rosmawati
Reporter: Rosanti
