• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Di Balik Gedung Reot SDN Bring, Semangat Kepsek Martinus Bano Tak Pernah Padam Meski Fasilitas Minim dan Guru Terbatas.

    Selasa, 28 Juli 2026, 08:33 WIB Last Updated 2026-07-28T00:33:54Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Sketsa Kepala sekolah beserta Murid SD N Bring dalam Suasana Upacara.

    BRING, JAYAPURA PAPUA TIMURPOS.COM –
    Di tengah deru angin pagi yang menerpa atap seng berkarat, ratusan siswa SD Negeri Bring tetap berdiri tegak mengikuti apel pagi dengan wajah penuh harap. Namun, di balik semangat belajar yang membara itu, tersimpan realitas pahit tentang fasilitas pendidikan yang jauh dari kata layak dan kekurangan tenaga pendidik yang kronis. Kepala Sekolah Martinus Bano, S.Pd., yang baru satu tahun mengabdi di sekolah berusia sembilan tahun ini, menegaskan bahwa keterbatasan fisik tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah pada nasib anak-anak pedalaman. "Gedung mungkin reot dan guru mungkin kurang, tapi mimpi anak-anak ini harus tetap utuh dan kami akan terus berjuang sampai pemerintah melihat langsung kondisi kami," sebutnya dengan suara lantang saat memimpin apel pagi. Dedikasi Pak Martinus menjadi simbol ketahanan pendidikan di pelosok Kabupaten Jayapura, sekaligus tamparan halus bagi pemangku kebijakan yang seolah lupa bahwa hak atas pendidikan berkualitas bukan hanya milik anak kota
    Selasa ( 28 July 2026 ).


    Fasilitas Belajar Tidak Memadahi, Gedung sekolah SD N Bring berada dalam kondisi sangat memprihatinkan, dengan struktur bangunan yang rapuh dan tidak lagi memenuhi standar keamanan serta kenyamanan belajar mengajar


    Kekurangan Tenaga Pendidik Kritis, Jumlah guru yang tersedia sangat terbatas dibandingkan rasio siswa, sehingga beban pengajaran menjadi berat dan proses pembelajaran optimal sulit tercapai secara merata


    Semangat Kepsek Martinus Bano, Meskipun baru satu tahun bertugas di sekolah yang sudah berdiri sembilan tahun ini, Martinus Bano, S.Pd. tidak pernah mengeluh dan justru menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melayani masyarakat adat setempat


    Apel Pagi Sebagai Simbol Ketahanan, Kegiatan rutin apel pagi tetap dilaksanakan dengan khidmat sebagai bentuk disiplin dan motivasi, membuktikan bahwa mentalitas belajar siswa tidak runtuh meski fasilitas fisik minim


    Sekolah Berusia Sembilan Tahun Tanpa Renovasi Signifikan, Usia operasional sekolah yang mencapai sembilan tahun seharusnya menjadi momentum evaluasi serius, namun perbaikan mendasar belum juga menyentuh lokasi ini


    Harapan Langsung ke Pemkab Jayapura, Pihak sekolah berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura dapat melakukan kunjungan lapangan secara langsung untuk menyaksikan sendiri realitas di SD N Bring, bukan hanya membaca laporan di atas kertas


    Pendidikan Adalah Hak Dasar, Keterbatasan infrastruktur dan SDM di SD N Bring adalah cerminan kesenjangan akses pendidikan yang masih terjadi, menuntut intervensi cepat dan tepat sasaran dari pemda


    Closing Statement 

    Kepada Pemerintah Kabupaten Jayapura, jangan biarkan gedung reot SD N Bring menjadi monumen kelalaian kalian dalam mengurus masa depan anak bangsa. Sudah sembilan tahun sekolah ini berdiri, dan setahun Pak Martinus mengabdi dengan tangan terbuka sampai kapan kalian menunggu laporan sempurna sementara atap bocor dan kelas sesak setiap hari? Pendidikan di pedalaman bukan proyek prestise, melainkan utang budi yang harus dibayar dengan aksi nyata, bukan janji kampanye yang menguap bersama asap knalpot dinas. Kunjungilah SD N Bring, tatap mata anak-anak itu, dan rasakan sendiri dinginnya lantai tanah serta panasnya ruang kelas tanpa ventilasi layak. Jika kalian benar-benar berpihak pada rakyat, maka anggaran pendidikan harus mengalir deras ke tempat-tempat seperti ini, bukan hanya terkonsentrasi di pusat kota. Karena pada akhirnya, ukuran kemajuan sebuah daerah bukan terletak pada gedung-gedung megah di ibukota, tetapi pada seberapa aman dan nyaman seorang anak pedalaman bisa duduk di bangku sekolah sambil bermimpi meraih masa depan.




    Editor      : Farli Ponomban S.Th  

    Reporter : Christopel Tabisu

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini