• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Propam Polda Sulsel Periksa Lima Polisi Usai Remaja Tewas Diduga Tertembak Saat Pembubaran Tawuran

    Senin, 28 September 2026, 10:53 WIB Last Updated 2026-09-28T02:53:36Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    MAKASSAR, TIMURPOS.COM — Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Sulawesi Selatan memeriksa lima personel Polsek Tallo menyusul meninggalnya Rafli Ramadhani alias Pingky (19), yang diduga terkena peluru saat polisi membubarkan tawuran antar kelompok pemuda di Jalan Kandea III, Kelurahan Bunga Ejaya Beru, Makassar, Minggu dini hari (27/9/2026).


    Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami pelaksanaan prosedur dan standar operasional prosedur (SOP) anggota saat melakukan pembubaran tawuran.


    Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana membenarkan adanya pemeriksaan terhadap lima personel tersebut. Menurutnya, Propam bersama Irwasda masih mendalami rangkaian kejadian, termasuk memastikan apakah tindakan yang dilakukan personel telah sesuai prosedur.


    “Bid Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap anggota yang diduga melakukan tindakan tersebut. Nanti hasilnya akan kami umumkan apakah menyalahi SOP atau tidak. Ini masih penyelidikan, harap bersabar,” kata Arya di Kantor Biddokkes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Minggu (27/9/2026).


    Arya juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi dan menyerahkan proses penanganan perkara kepada pihak berwenang.

    Sementara itu, Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Didik Supranoto mengatakan kelima personel yang bertugas pada malam kejadian masih menjalani pemeriksaan intensif.


    “Berapa orang yang bertugas, siapa yang melepas tembakan peringatan, senjata siapa yang digunakan, jenis proyektil apa, semua masih diperiksa. Termasuk hasil Labfor nanti kita tunggu,” ungkap Didik.


    Menurut Didik, penyidik juga masih mendalami persoalan penggunaan senjata api oleh personel saat melakukan pembubaran tawuran tersebut, termasuk apakah penggunaannya telah sesuai ketentuan.


    Dari sisi medis, Kepala Biddokkes Polda Sulsel Kombes dr. Muhammad Haris mengungkapkan hasil pemeriksaan luar terhadap jenazah Rafli.


    Pemeriksaan menemukan luka pada bagian punggung belakang serta luka keluar di bagian lengan kanan yang memiliki karakteristik menyerupai luka akibat tembakan.

    “Kami lakukan pemeriksaan luar dengan persetujuan keluarga untuk autopsi. Ada luka di punggung belakang, kemudian luka keluar di lengan kanan,” jelasnya.


    Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 02.50 WITA. Tawuran pecah antara kelompok pemuda Kandea III dan Bunga Ejaya Beru di sekitar kanal Masjid Al Markaz.

    Sekitar seratusan orang dilaporkan terlibat dalam aksi saling serang dengan menggunakan batu, busur, dan anak panah.


    Lima personel Polsek Tallo yang dipimpin Ipda Azharuddin kemudian mendatangi lokasi untuk membubarkan tawuran. Berdasarkan informasi awal, polisi sempat melepaskan tembakan peringatan. Namun, situasi disebut kembali memanas setelah personel mendapat serangan berupa lemparan batu dan busur.


    Tawuran akhirnya berhasil dibubarkan. Namun, sekitar dua jam kemudian, tepatnya pukul 04.50 WITA, polisi mendapat informasi mengenai seorang warga yang mengalami luka diduga akibat tembakan.


    Rafli sempat dilarikan ke RS TNI AU Jala Ammari sebelum dirujuk ke RS Bhayangkara Makassar. Namun, nyawanya tidak berhasil diselamatkan.


    Kapolsek Tallo AKP Asfada yang menerima informasi tersebut kemudian mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi korban.

    Hingga saat ini, lima personel Polsek Tallo masih berstatus terperiksa. Propam Polda Sulsel bersama pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian, penggunaan senjata, jenis proyektil, serta kesesuaian tindakan personel dengan SOP.


    Hasil pemeriksaan Propam dan pemeriksaan forensik/penelusuran Labfor nantinya diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penyebab kematian korban dan keterkaitannya dengan tindakan personel di lokasi kejadian.(**) 





    Editor: Bang Jul

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini