• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Sumpah Pemuda 2026: Pemuda LIRA Bantaeng Tantang Generasi Muda Bersatu Lawan Narkoba, Tawuran dan Anarkisme!

    Rabu, 28 Oktober 2026, 13:04 WIB Last Updated 2026-10-28T05:04:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim

    BANTAENG, TIMURPOS.COM — Momentum Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang diperingati pada 28 Oktober 2026 menjadi seruan bagi generasi muda untuk memperkuat persatuan dan mengambil peran nyata dalam memerangi narkoba, tawuran, serta aksi anarkisme.


    Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Bantaeng, Andi Yusdanar Hakim, mengajak seluruh pemuda di Kabupaten Bantaeng dan Sulawesi Selatan menjadikan semangat Sumpah Pemuda sebagai landasan membangun generasi yang berintegritas, berkarakter, dan peduli terhadap masa depan daerah.


    Dalam pernyataannya pada Rabu (28/10/2026), Andi Yusdanar menegaskan bahwa semangat persatuan pemuda harus diwujudkan melalui komitmen bersama untuk menjauhi narkoba, menolak tawuran, serta tidak terlibat dalam tindakan anarkis.


    “Saya sebagai Ketua DPD Pemuda LIRA Bantaeng mengajak seluruh pemuda Bantaeng dan Sulawesi Selatan untuk kembali pada jati diri Sumpah Pemuda. Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa, dan sekarang Satu Tekad: Anti Narkoba, Anti Tawuran, Anti Anarkis!” tegasnya.


    Ia mengaku prihatin terhadap maraknya persoalan tawuran dan tindakan anarkis di kalangan generasi muda. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi perhatian bersama, mulai dari keluarga, sekolah, organisasi kepemudaan, hingga pemerintah dan aparat keamanan.


    Pemuda Bantaeng Harus Jadi Contoh

    Andi Yusdanar menegaskan, pemuda Bantaeng harus mampu menjadi contoh dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bukan justru terjerumus dalam perilaku yang dapat merusak masa depan mereka sendiri.


    “Kita di Bantaeng harus jadi contoh. Jangan sampai anak-anak muda kita ikut-ikutan tawuran seperti di kota besar. Tugas Pemuda LIRA Bantaeng adalah menjadi Lumbung Informasi Rakyat, memberikan informasi yang benar tentang bahaya narkoba, tawuran, dan anarkisme,” ujarnya.


    Ia juga menekankan pentingnya peran organisasi kepemudaan dalam menyampaikan edukasi kepada masyarakat, terutama generasi muda, agar memahami dampak sosial, risiko hukum, dan konsekuensi jangka panjang dari penyalahgunaan narkoba maupun keterlibatan dalam aksi kekerasan.


    Siap Bersinergi dengan GEPENTA Sulsel

    Sebagai bentuk komitmen dalam mendorong gerakan kepemudaan yang positif, Andi Yusdanar menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan berbagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap pencegahan narkoba, tawuran, dan anarkisme, termasuk DPW Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba Tawuran dan Anarkis (GEPENTA) Sulawesi Selatan yang dipimpin Winda Baso, SH, MH.


    Menurutnya, kolaborasi antarlembaga sangat penting agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menyentuh langsung kalangan pemuda.


    “GEPENTA Sulsel fokus melawan narkoba dan tawuran, sementara Pemuda LIRA Bantaeng fokus mengawal informasi rakyat dan pembangunan. Kita punya musuh yang sama, yakni narkoba, tawuran, dan anarkisme,” ungkapnya.


    Ia mengajak orang tua, pihak sekolah, pemerintah daerah, aparat keamanan, TNI melalui Koramil, Polri melalui Polsek, tokoh agama, pegiat sosial kontrol, serta pegiat hukum untuk bersama-sama membangun lingkungan yang aman dan kondusif bagi generasi muda.


    Andi Yusdanar juga menilai bahwa penanganan persoalan kenakalan remaja perlu mengedepankan langkah persuasif, edukatif, dan pendekatan keagamaan tanpa mengabaikan ketentuan hukum yang berlaku.


    “Jangan langsung mengedepankan kekerasan. Kita rangkul, kita berikan pencerahan tentang akibat hukum dan masa depan yang bisa suram jika terlibat tawuran dan tindakan anarkis. Pemuda juga butuh didengar,” tegasnya.


    Ia berharap pendekatan yang melibatkan keluarga, lingkungan pendidikan, tokoh agama, dan organisasi kepemudaan dapat menjadi jalan untuk mencegah generasi muda terjerumus dalam perilaku negatif.


    Menutup pernyataannya, Andi Yusdanar mengajak seluruh pemuda menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum memperkuat komitmen menjaga persatuan, menolak narkoba, serta menciptakan situasi yang aman dan damai di Kabupaten Bantaeng.


    “Pemuda Bantaeng harus bersatu, anti narkoba, anti tawuran, anti anarkis, siap mengawal pembangunan dan menjaga Bantaeng tetap aman!” serunya.


    Ia berharap semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata, kepedulian sosial, dan kontribusi positif bagi masyarakat.

    Pemuda bersatu, Bantaeng aman, masa depan bangsa terselamatkan. (**) 



    Editor: Bang Jul

    Reporter: Rosmawati/Andi Sulkifli

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini