• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Tawuran dan Narkoba Mengancam Anak Muda Makassar, Ketua GEPENTA Sulsel Desak Semua Pihak Bergerak

    Selasa, 27 Oktober 2026, 23:44 WIB Last Updated 2026-10-27T15:44:23Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

     

    MAKASSAR, TIMURPOS.COM — Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Gerakan Nasional Peduli Anti Narkoba, Tawuran dan Anarkis (GEPENTA) Sulawesi Selatan, Winda Baso, S.H., M.H., menyoroti maraknya tawuran, aksi anarkis, dan potensi penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda di Kota Makassar.


    Winda menilai persoalan tersebut mengancam masa depan generasi muda dan keamanan masyarakat. Ia meminta semua pihak tidak hanya mengandalkan penindakan, tetapi juga memperkuat pencegahan dan pembinaan.

    “Apakah kita hanya mau berpangku tangan tanpa berbuat apa-apa?” tegas Winda dalam pernyataan sikapnya.


    Menurutnya, pengaruh lingkungan pergaulan dan konten digital bermuatan kekerasan turut memengaruhi perilaku anak dan remaja. 


    Karena itu, pendekatan persuasif perlu dikedepankan untuk memahami akar masalah dan membimbing mereka.

    “Mencari solusi, bukan hanya menghukum,” ujar Winda.


    Dorong Pendekatan Persuasif dan Keagamaan

    GEPENTA Sulsel mendorong komunikasi dari hati ke hati terhadap anak-anak yang terlibat tawuran. Mereka perlu didengarkan dan dibina agar faktor yang melatarbelakangi perilaku tersebut dapat diidentifikasi.


    Selain itu, pembinaan moral dan spiritual perlu diperkuat melalui keluarga, sekolah, tempat ibadah, serta kegiatan keagamaan. Winda menilai tokoh agama berperan penting dalam menanamkan nilai kedamaian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.


    Winda menegaskan, penanganan tawuran, anarkisme, dan penyalahgunaan narkoba membutuhkan sinergi seluruh unsur masyarakat melalui pendekatan pentahelix.


    Orang tua diminta mengawasi aktivitas, penggunaan telepon genggam, dan pergaulan anak. Sekolah perlu memperkuat pendidikan karakter serta membangun komunikasi dengan peserta didik. Pemerintah daerah diharapkan menyediakan program pencegahan, pembinaan kepemudaan, dan kegiatan positif.


    TNI dan Polri melalui Koramil serta Polsek juga diharapkan aktif melakukan pembinaan dan pencegahan, bukan hanya bertindak setelah terjadi pelanggaran. Tokoh masyarakat, tokoh agama, penggiat sosial, dan praktisi hukum dapat membantu memberikan edukasi tentang dampak sosial serta konsekuensi hukum kekerasan.


    Sebagai bentuk komitmen, GEPENTA Sulsel siap melakukan penyuluhan di sekolah, permukiman, dan lokasi yang dinilai rawan tawuran. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda agar menjauhi kekerasan dan narkoba serta menggunakan teknologi secara bijak.


    Winda mengajak orang tua, pendidik, pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat bersama-sama melindungi anak muda.

    “Jangan biarkan mereka menjadi korban digital dan korban lingkungan,” katanya.


    Ia menyerukan, Stop Tawuran, Stop Anarkis, Stop Narkoba. Makassar harus aman untuk anak cucu kita.(**) 



    Editor: Bang Jul

    Reporter: Rosmawati/Andi Sulkifli

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini