Iklan

Follow us

Tragis! Dua Remaja Bantaeng Tewas Terseret Arus Saat Selfie di Air Terjun, Ditemukan Tak Bernyawa di Pesisir Pantai

Senin, 13 April 2026, 12:21 WIB Last Updated 2026-04-13T04:21:22Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



BANTAENG, TIMURPOS.COM – Duka mendalam menyelimuti Kabupaten Bantaeng. Dua remaja perempuan yang dilaporkan terseret arus sungai saat berwisata, akhirnya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa setelah dua hari pencarian yang penuh harap dan cemas.


Kedua korban ditemukan pada Senin pagi (13/4/2026) sekitar pukul 07.40 WITA di pesisir pantai Kampung Kaili, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bissappu.


Korban pertama, Eva (18), ditemukan warga dalam kondisi tersangkut di hamparan rumput laut. Sementara rekannya, Dilla (15), ditemukan tidak jauh dari lokasi pertama, tersangkut di batu pemecah ombak. 


Keduanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, mengakhiri pencarian panjang yang menguras emosi keluarga dan warga.


Begitu kabar penemuan diterima, tim SAR gabungan bersama personel Polsek Bissappu langsung bergerak cepat ke lokasi untuk mengevakuasi kedua jenazah. 


Suasana haru tak terelakkan saat proses evakuasi berlangsung, menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang telah menanti dengan penuh harapan.


Selanjutnya, kedua jenazah dibawa ke RSUD Anwar Makkatutu untuk pemeriksaan medis. Sekitar pukul 09.55 WITA, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga dan dibawa ke rumah duka masing-masing menggunakan ambulans.


Peristiwa memilukan ini bermula pada Minggu siang (12/4/2026). Saat itu, kedua korban tengah menikmati waktu bersama lima rekannya di kawasan Air Terjun Sungai Cekala, Kampung Parampangi, Desa Bonto Maccini, Kecamatan Sinoa.


Namun suasana bahagia itu berubah menjadi petaka. Saat asyik berfoto di sekitar air terjun, debit air tiba-tiba meningkat drastis. 


Arus yang sebelumnya tenang berubah ganas dalam hitungan detik.

Eva dan Dilla tak sempat menyelamatkan diri. Keduanya terjebak dan langsung terseret arus deras. 


Teriakan histeris teman-temannya pecah di tengah derasnya suara air, berusaha menolong namun tak mampu melawan kekuatan alam.


Lima rekan korban kemudian bergegas meminta bantuan warga. Pencarian pun dilakukan secara besar-besaran oleh masyarakat bersama tim Basarnas hingga larut malam, namun korban baru ditemukan keesokan harinya dalam kondisi tak bernyawa.


Tragedi ini menjadi pengingat pahit bahwa alam bisa berubah dalam sekejap. Di balik keindahannya, tersimpan bahaya yang tak terduga, terutama di kawasan wisata air yang rawan banjir mendadak. Kini, tangis keluarga mengiringi kepergian dua remaja tersebut yang berpulang saat tengah menikmati masa muda mereka.


Editor: Jul Tanggo

Reporter: Rosma/Tri Indra

Komentar

Tampilkan

Terkini