TANGERANG SELATAN, TIMURPOS.COM – Ikatan Keluarga Manggarai (IKM) Nusa Tenggara Timur yang tergabung dalam Keluarga Besar Manggarai Raya Jabodetabek menggelar Pentas Seni Budaya Tradisional "Caci" di Dewantara Sport Center Viktor, Kelurahan Buaran, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan, Minggu (14/6/2026).
Kegiatan ini menjadi penyelenggaraan perdana di Kota Tangerang Selatan. Selain sebagai ajang pelestarian budaya, acara tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi warga Manggarai NTT yang berdomisili di wilayah Jabodetabek sekaligus menutup turnamen sepak bola antarwarga Manggarai di Tangerang Raya.
Acara dihadiri Lurah Buaran Linda Hermawati, SE, Wakapolsek Serpong AKP Agil Sahril, SH, Bhabinkamtibmas, tokoh masyarakat Manggarai NTT, tamu undangan, serta komunitas warga Manggarai yang datang dari berbagai wilayah, termasuk Jakarta Utara.
Mewakili Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Lurah Buaran Linda Hermawati mengapresiasi terselenggaranya pentas seni budaya tradisional tersebut.
"Terima kasih kepada panitia penyelenggara atas terlaksananya acara seni budaya tradisional ini. Walaupun baru pertama kali digelar, kegiatan ini menjadi momentum memperkenalkan budaya Manggarai yang memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi. Kami mendukung kegiatan ini agar dapat mempererat silaturahmi dan memperkaya khazanah budaya di Kota Tangerang Selatan," ujarnya.
Sementara itu, Wakapolsek Serpong AKP Agil Sahril menyatakan dukungannya terhadap kegiatan budaya tersebut dengan menyiapkan personel pengamanan hingga acara selesai.
Ia juga mengimbau masyarakat Manggarai NTT untuk terus menjaga kerukunan, persatuan, dan kenyamanan di lingkungan Kota Tangerang Selatan.
Puncak acara menampilkan atraksi budaya "Caci" yang mempertemukan dua kubu, yakni Masta & Compang Cama sebagai tuan rumah dan tim pemain terbaik dari wilayah Jakarta Timur-Kalimalang dan sekitarnya.
Atraksi Caci dimainkan oleh laki-laki secara satu lawan satu menggunakan cambuk rotan dan perisai tradisional. Para peserta mengenakan perlengkapan khas seperti nggiling (perisai), larik atau cambuk, paggal dari kulit, serta tubirapa atau manik-manik tradisional.
Tradisi Caci merupakan warisan budaya masyarakat Manggarai yang sarat makna. Selain melambangkan keberanian, kehormatan, dan persahabatan, tradisi ini juga menjadi bagian dari ritual adat sebagai bentuk permohonan perlindungan, keselamatan, dan keberkahan dari para leluhur.
Ketua Panitia, Largu Chen, SH, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan budaya Manggarai kepada masyarakat luas sekaligus memperkuat persaudaraan warga Manggarai yang merantau.
"Kegiatan ini memiliki makna penting dalam melestarikan budaya lokal, menjadi sarana ritual adat, mempererat persaudaraan, dan mendukung sektor pariwisata. Kami berharap Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memberikan ruang bagi kami untuk menjaga dan melestarikan budaya warisan leluhur ini," katanya.
Memasuki siang hingga sore hari, antusiasme masyarakat terus meningkat. Puluhan pemain Caci tampil memukau di hadapan para pengunjung yang memadati lokasi acara.
Panitia juga terlihat sigap menyambut tamu undangan dan pengunjung. Para tamu VIP laki-laki disematkan topi khas Manggarai dan selendang, sementara tamu perempuan menerima selendang sebagai simbol penghormatan adat.
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari tersebut berakhir sekitar pukul 17.30 WITA dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat.
Besarnya antusiasme warga menunjukkan bahwa Pentas Seni Budaya Tradisional Caci berhasil menarik perhatian masyarakat serta menjadi sarana efektif memperkenalkan budaya Manggarai NTT kepada khalayak luas.
Diharapkan kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sehingga tradisi budaya Caci tetap lestari dan menjadi warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat Indonesia.
Editor: Rosmawati
Reporter: Rosanti