Iklan

Follow us

TINDAK LANJUT KEMENTERIAN PERTANIAN TERKAIT CETAK SAWAH DARI 2000 HEKTAR MENJADI 1500 HEKTAR DI KAMPUNG MAWESDAY.

Senin, 22 Juni 2026, 21:32 WIB Last Updated 2026-06-22T13:32:21Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini

KABUPATEN SARMI PAPUA, TIMURPOS.COM TINDAK LANJUT KEMENTERIAN PERTANIAN TERKAIT CETAK SAWAH DARI 2000 HEKTAR MENJADI 1500 HEKTAR DI KAMPUNG MAWESDAY Senin, 22 Juni 2026


Kementerian Pertanian melanjutkan program pengembangan lahan pertanian di Kampung Mawesday, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi. Program cetak sawah yang semula direncanakan seluas 2.000 hektar, kini ditetapkan menjadi 1.500 hektar sebagai bentuk penyesuaian teknis dan optimalisasi pemanfaatan lahan agar hasilnya lebih maksimal dan berkelanjutan.


Dalam wawancara khusus, ( Ketua Tim Kegiatan Cetak Sawah ) menyampaikan bahwa pelaksanaan program sepenuhnya sejalan dengan visi dan misi pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. “Kami nasional hanya menjalankan tugas dan amanah yang dipercayakan oleh Kementerian Pertanian. Setiap langkah yang diambil mengacu pada kebijakan untuk memperkuat ketahanan pangan dan membangun kesejahteraan di daerah,” ujarnya.



Lebih lanjut dijelaskan, tujuan utama dari pelaksanaan cetak sawah seluas 1.500 hektar ini adalah untuk mengangkat taraf kehidupan masyarakat setempat. “Program Melaui ini, kami berharap masyarakat Kampung Mawesday dapat terlepas dari mata rantai ekonomi di bawah rata-rata atau kemiskinan, serta benar-benar merasakan peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan,” tambahnya.


Sementara itu, Kepala Kampung Mawesday ( Silas Pilemon Singgum ) menyambut baik pemaparan visi dan misi yang disampaikan oleh tim dari Kementerian Pertanian. “Kami sangat berterima kasih atas perhatian dan dukungan yang diberikan. Kami juga berharap agar melalui sentuhan langsung dari pemerintah pusat yang direalisasikan oleh Kementerian Pertanian ini, masyarakat Kampung Mawesday dapat merasakan kesetaraan, hidup mandiri, sejahtera, dan bekerja,” ungkapnya.


Program ini diharapkan tidak hanya menambah luas lahan pertanian, tetapi juga membuka akses ekonomi baru, menyerap tenaga kerja lokal, serta menjadikan sektor pertanian sebagai tulang punggung pembangunan daerah yang kokoh dan berkelanjutan.


Selanjutnya Kepala Kampung Mawesday ( Silas Pilemon Singgum ) dalam wawancara, dengan Penuh Semangat Mengatakan! Semoga langkah nyata ini awal menjadi perubahan yang lebih baik bagi Kampung Mawesday. Dukungan pemerintah yang disertai semangat gotong royong masyarakat akan menjadikan setiap jengkal lahan yang diolah menjadi sumber harapan dan keberkahan. Jangan pernah ragu untuk melangkah maju, karena kemakmuran tidak hanya datang dari kebijakan, tetapi juga dari ketekunan dan kebersamaan dalam mengelola karunia alam yang Tuhan berikan.



“Mengolah tanah adalah menanam masa depan; memajukan pertanian adalah membangun fondasi kemandirian. Sebuah lahan yang subur akan melahirkan generasi yang sejahtera, abadi, dan tidak lagi terikat pada keterbatasan.”



 Jurnalis  : TY Soemardi

Redaktur : Farli Ponomban, S.Th



Komentar

Tampilkan

Terkini