FOTO: ISTIMEWA
JAKARTA,TIMURPOS.COM-Gojek, Grab, dan Maxim resmi menurunkan komisi potongan aplikasi secara serentak dari 20 persen menjadi 8 persen per 1 Juli 2026 setelah melakukan mediasi dengan pimpinan DPR RI.
Kebijakan ini juga menghapus biaya langganan harian senilai Rp 2.000 bagi mitra yang mengambil program layanan hemat.
Namun, implementasi kebijakan baru ini justru memicu respons tak terduga dan kekhawatiran dari para pengemudi di lapangan.
Sejumlah mitra ojol mengaku belum merasakan kenaikan penghasilan yang signifikan pada hari pertama penerapan aturan baru, bahkan volume pendapatan harian dirasa masih fluktuatif dibanding hari sebelumnya.
"Sangat berasa sekali di tambah lagi libur anak sekolah dan mahasiswa"ujar Steven.
Para pengemudi mencemaskan adanya penyesuaian tarif dasar yang dibebankan kepada sisi konsumen.
Berdasarkan pantauan, tarif penumpang untuk rute tertentu mengalami kenaikan, contohnya dari Rp 23.000 menjadi Rp 26.000.
Kenaikan harga di sisi penumpang memicu kekhawatiran orderan akan sepi.Driver yang mengandalkan konsumen sensitif harga (layanan hemat) khawatir pengguna jasa beralih ke moda transportasi lain karena tarif dinilai makin mahal.
Hingga kini, komunitas pengemudi terus memantau pergerakan algoritma pasar dan skema arloji tarif baru untuk memastikan efektivitas pemangkasan komisi tersebut.jika memang memberatkan driver,maka akan di adakan demo kembali.
EDITOR : ALFRETS MAURITS
REPORTER: RUSDI HAMSYAHDIN
