SARMI PAPUA - TIMURPOS.COM
Jalan Mawesday yang menjadi urat nadi perekonomian masyarakat pesisir di wilayah Kabupaten Sarmi kini kondisinya rusak parah dan nyaris tidak dapat dilalui. Sebagai akses utama bagi para nelayan dan pedagang hasil laut untuk mengangkut tangkapan menuju pusat pasar, jalan ini kini berlubang dalam, terputus di beberapa titik, dan kerap tergenang air saat musim hujan. Akibatnya, roda perekonomian warga terhenti dan membebani kehidupan sehari‑hari mereka Sabtu 04/07/2026
Mengungkap kondisi kritis akses jalan Mawesday yang mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat, sekaligus mendesak perhatian dan tanggung jawab pemerintah daerah serta DPRD Kabupaten Sarmi untuk segera mengambil langkah penanganan yang nyata.
Apabila diperbaiki, akses distribusi hasil laut akan kembali lancar, risiko ikan membusuk berkurang, pendapatan nelayan meningkat, biaya pengangkutan menjadi lebih hemat, serta ketersediaan bahan pangan di pasar tetap terjaga dengan harga yang terjangkau.
Kerusakan jalan telah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan berarti. Nelayan kesulitan mengangkut hasil tangkapan, banyak yang mengalami penurunan penghasilan drastis, dan hingga saat ini belum ada tanggapan resmi maupun rencana penanganan yang jelas disampaikan oleh Pemda dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah.
Dibutuhkan alokasi anggaran yang memadai, material bangunan yang sesuai standar, tenaga kerja pelaksana, serta komitmen kuat dari seluruh pemangku kebijakan untuk memprioritaskan perbaikan akses ekonomi rakyat ini.
Perbaikan dilakukan secara bertahap dimulai dari ruas jalan yang paling parah, disertai pembuatan saluran air yang memadai agar jalan tidak cepat rusak kembali. Pelaksanaannya perlu diawasi secara terbuka dengan melibatkan perwakilan masyarakat guna menjamin kualitas pekerjaan.
Masyarakat sangat berharap Pemda dan DPRD segera bersikap responsif, membuka komunikasi dengan warga, serta merealisasikan perbaikan jalan Mawesday secepatnya agar roda perekonomian dapat berputar kembali dan kesejahteraan warga terangkat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi maupun jadwal pasti perbaikan yang disampaikan oleh instansi terkait.
Nara Sumber: Perwakilan Masyarakat Nelayan Kampung Mawesday
Jurnalis: Farli Ponomban S.Th
Media: Timurpos.Com

