![]() |
| Tampak Pdt. Yusak Dandu Bersama Beberapa Anggotanya dalam Kunjungan Dan Sosialisasi Terkait Studi Dengan Beberapa Calon Mahasiswa Asli Kampung Mawesday-Distrik Bonggo Timur |
MAWESDAY, SARMI JAYAPURA TIMURPOS.COM – Di tengah tantangan efisiensi anggaran yang kerap menghambat akses pendidikan, Kementerian Agama Kristen Kabupaten Sarmi membuktikan bahwa pelayanan bagi anak bangsa tidak pernah berhenti. Pada Rabu (22/7/2026), Pdt. Y. Dansu dari Seksi Pendidikan Kristen Kemenag Sarmi melakukan tatap muka penuh kehangatan dengan calon siswa beserta orang tua dari Kampung Mawesday di Sentani, menjelang keberangkatan mereka menuju kampus Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Sentani. Momen ini bukan sekadar pertemuan administratif, melainkan afirmasi kuat bahwa negara melalui institusi keagamaan tetap hadir sebagai pelindung dan penopang mimpi generasi muda Papua, bahkan ketika keterbatasan fiskal mencoba meredupkan harapan, Jumat ( 24 July 2026 ).
Sinergi lintas lembaga dan gotong royong komunitas menjadi kunci keberhasilan program ini. Berikut adalah 8 poin penting dari komitmen pelayanan Kemenag Sarmi bagi putra-putri Mawesday
Tatap Muka Penuh Kepedulian: Pdt. Y. Dansu bertemu langsung dengan calon siswa dan orang tua Kampung Mawesday untuk memberikan penjelasan transparan sekaligus penguatan mental sebelum memulai perkuliahan di STAKN Sentani
Transparansi Kendala Anggaran: Program rekrutmen siswa yang awalnya berjalan lancar sempat terdampak efisiensi anggaran, namun Kemenag Sarmi memilih bersikap jujur dan terbuka kepada masyarakat daripada menyembunyikan fakta lapangan
Solusi Kolaboratif Lintas Lembaga: Melalui kerja sama strategis antara Plt. Kakankemenag Sarmi dan pimpinan STAKN Sentani, ruang kuliah bagi anak asli Sarmi tetap dibuka lebar tanpa mengurangi kualitas pendidikan teologi
Gotong Royong Pembiayaan Awal: Diskusi bersama menghasilkan kesepakatan mulia antara orang tua, Pemerintah Kampung Mawesday, dan Kemenag Sarmi untuk menanggung pembiayaan awal sebagai wujud tanggung jawab kolektif memajukan anak negeri
Akomodasi Disediakan Selama 3 Hari: Kepala Seksi Pendidikan Kristen, Bapak Zeth Hein Mambrasar, secara pribadi menyiapkan penginapan selama tiga hari di Sentani agar para calon siswa merasa aman dan diterima seperti keluarga
Pendampingan Registrasi Personal: Proses registrasi di kampus didampingi intensif oleh tim solid yang terdiri dari Pdt. Y. Dansu, Ibu Rosia Buata, Pdt. Timotius Kantun, dan Ibu Yakomina Temsor untuk memastikan tidak ada kendala administratif
Pelayanan Berbasis Nilai Kristiani: Seluruh langkah yang diambil mencerminkan pelayanan pastoral yang melampaui tugas birokrasi, menempatkan kasih dan perhatian sebagai fondasi utama pendampingan mahasiswa baru
Komitmen Tanpa Kompromi: Keterbatasan anggaran tidak dijadikan alasan untuk menyerah; sebaliknya, menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antar-pemangku kepentingan demi keberlanjutan pendidikan anak Papua
Closing Statement
Kementerian Agama Kristen Kabupaten Sarmi telah memberikan teladan nyata bahwa pelayanan publik yang berlandaskan iman mampu menembus tembok keterbatasan anggaran. Sinergi antara Plt. Kakankemenag Sarmi, STAKN Sentani, Pemerintah Kampung Mawesday, dan para pelayan Tuhan di lapangan adalah bukti tak terbantahkan bahwa pendidikan anak Papua adalah tanggung jawab suci yang tidak boleh ditawar oleh kondisi apa pun. Kami menegaskan: jangan biarkan efisiensi anggaran menjadi kuburan bagi masa depan generasi muda. Jika satu instansi bisa bergerak melampaui batas birokrasi demi anak-anak Mawesday, maka seluruh pemangku kepentingan wajib mengikuti jejak ini. Anak-anak Sarmi berhak mendapatkan pendidikan berkualitas, dan Kemenag Sarmi akan terus berdiri di garda terdepan memastikan hak itu terpenuhi—bukan dengan janji manis, tetapi dengan tindakan nyata yang menyelamatkan masa depan Tanah Papua.
Editor : Farli Ponomban S.Th
Sumber : Pdt. Y Dansu
