
Seruan Komite Nasional Papua Barat KNPB WILAYAH Sentani
SENTANI, JAYAPURA PAPUA TIMURPOS.COM – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Wilayah Sentani secara resmi mengumumkan rencana mobilisasi rakyat pada tanggal 3 Agustus 2026 mendatang sebagai respons atas situasi darurat militer dan kemanusiaan yang dinilai semakin massif di Tanah Papua. Pengumuman ini disampaikan melalui keterangan pers sekaligus himbauan umum kepada seluruh komponen masyarakat, media, lembaga kemanusiaan, gereja, organisasi kemahasiswaan, serta elemen sipil lainnya di wilayah adat Tabi-Mamta West Papua. Ketua KNPB Wilayah Sentani menegaskan bahwa aksi yang direncanakan merupakan bentuk ekspresi damai, bukan provokasi kekerasan. "Aksi demonstrasi damai ini adalah sikap pernyataan tegas orang Papua kepada negara Indonesia terkait situasi darurat militer dan kemanusiaan yang sedang berlangsung," sebutnya dalam rilis tertulis yang diterima redaksi, Senin (20/7/2026). Pernyataan ini menjadi sinyal penting bahwa ruang aspirasi sipil masih dibuka lebar, meski berada dalam tekanan keamanan yang berat, Selasa ( 28 July 2026 ).
Tanggal Mobilisasi Ditetapkan, KNPB Wilayah Sentani menyatakan kesiapan untuk memobilisasi massa rakyat pada tanggal 3 Agustus 2026, menandai puncak dari rangkaian konsolidasi yang telah dilakukan sebelumnya
Himbauan Luas ke Seluruh Komponen, Seruan ditujukan tidak hanya kepada anggota organisasi, tetapi juga kepada media nasional-internasional, jurnalis, lembaga kemanusiaan, gereja, LSM, OKP, Cipayung, mahasiswa, pelajar, dan seluruh masyarakat adat Tabi-Mamta
Karakter Aksi Damai, Meskipun menggunakan istilah "mobilisasi" dan "demonstrasi", KNPB mengucapkan berulang kali bahwa aksi ini bersifat damai dan merupakan hak konstitusional untuk menyampaikan pendapat di muka umum
Dasar Aksi: Darurat Militer & Kemanusiaan, Motivasi utama aksi adalah respons terhadap kondisi darurat militer dan krisis kemanusiaan yang dinilai sedang terjadi secara massif di berbagai wilayah Papua
Ajakan Persiapan bagi Masyarakat Umum, Selain kader organisasi, KNPB juga menyerukan agar masyarakat Papua secara umum dan masyarakat Indonesia mempersiapkan diri untuk "menjemput" aksi serentak yang akan digelar
Tagline Perlawanan Sipil, Seruan ini disertai tagline marisolidkanbarisan, papuadaruratmiliterdankemanusiaan, dan papuabukantanahkosong sebagai penguatan narasi perlawanan non-kekerasan
Transparansi Melalui Media, Dengan merilis himbauan secara terbuka ke media, KNPB menunjukkan itikad transparansi dan mengundang pengawasan publik agar aksi tetap berjalan dalam koridor damai
Closing Statement
Seruan KNPB Sentani pada 20 Juli 2026 ini bukan sekadar pengumuman jadwal demo, melainkan barometer ketegangan sipil-militer di Papua yang menuntut respons serius dari semua pihak. Kepada aparat keamanan, jadikan tanggal 3 Agustus sebagai ujian profesionalisme dalam menjamin hak berekspresi tanpa represi berlebihan; biarkan suara rakyat terdengar, karena membungkam aspirasi damai hanya akan menyuburkan radikalisasi yang lebih berbahaya. Kepada masyarakat Papua: pastikan setiap langkah yang diambil tetap berlandaskan prinsip perdamaian dan martabat manusia, sebab perjuangan yang kehilangan kemanusiaan justru mengkhianati tujuan awalnya. Dan kepada pemerintah Indonesia: dengarkanlah jeritan "darurat kemanusiaan" ini bukan sebagai ancaman keamanan, melainkan sebagai panggilan moral untuk menyelesaikan akar konflik secara adil dan bermartabat. Karena pada akhirnya, tanah Papua bukan medan perang, melainkan rumah bersama yang harus dijaga dengan dialog, bukan peluru. Lawan DenganDamai Papua ButuhPerdamaian Nyata Bukan Dengan Kekerasan Apalagi Politik Kolonialisme.
Editor : Farli Ponomban S.Th
Sumber : KNPB Wilayah Sentani