SARMI PAPUA, TIMURPOS.COM - Pendidikan dan belajar bukan sekadar upaya menambah wawasan duniawi, melainkan bagian dari panggilan hidup orang percaya untuk tumbuh dalam pengenalan akan Allah dan kebenaran-Nya. Sebagaimana tertulis dalam Amsal 1:7, “Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan; orang bodoh menghina hikmat dan didikan.” Melalui proses belajar, kita membuka hati dan pikiran untuk menerima kebenaran yang membimbing seluruh aspek kehidupan, Mawesday Minggu 05/07/2026.
Belajar menjauhkan kita dari kebinasaan akibat ketidaktahuan akan kehendak Allah, sesuai firman Tuhan dalam ( Hosea 4:6 )yang mengingatkan bahwa umat yang tidak mengenal Tuhan akan tersesat dan kehilangan berkat bagi diri serta keturunannya.
Pengetahuan yang disertai ketaatan membangun fondasi hidup yang kokoh dan tidak mudah goyah, sebagaimana digambarkan dalam ( Matius 7:24 ) tentang orang bijaksana yang mendirikan rumahnya di atas batu karang.
Orang yang giat mendengarkan dan memelihara firman Allah akan memperoleh kebahagiaan sejati dan kedamaian hati, seperti yang dinyatakan Yesus dalam ( Lukas 11:28 )
Proses belajar memungkinkan kita memahami perintah Tuhan, sehingga kita dapat membuktikan kasih kepada-Nya dan merasakan penyertaan serta pengungkapan diri-Nya secara pribadi sesuai janji dalam ( Yohanes 14:21 )
Dengan senantiasa merenungkan ajaran-Nya, kita memperoleh hikmat untuk melangkah dengan hati-hati, sehingga perjalanan hidup menjadi berhasil dan diberkahi sebagaimana dijanjikan dalam
( Yosua 1:8 )
Belajar melatih pikiran untuk senantiasa memusatkan perhatian pada hal-hal yang kekal dan sorgawi, bukan hanya terbatas pada kepentingan duniawi seperti yang diajarkan dalam ( Kolose 3:1-2 )
Kita belajar untuk mengandalkan sepenuhnya pada firman Allah sebagai sumber kehidupan dan petunjuk utama, mengingat ( Matius 4:4 )yang menyatakan manusia hidup bukan hanya dari kebutuhan jasmani melainkan dari setiap firman yang keluar dari mulut Tuhan.
Semakin kita memahami kebenaran, semakin kita sadar akan keterbatasan diri, sehingga terhindar dari sikap menghakimi sembarangan dan mampu menghargai sesama sesuai petunjuk dalam
( Matius 7:1 dan Roma 14:13 )
PENUTUP OLEH ( Pdm. MARIS DASE )
“Saudara-saudara terkasih, ingatlah bahwa firman Tuhan bukan hanya untuk didengar atau sekadar diketahui dengan akal pikiran saja. Firman ini harus hidup dan bekerja di dalam hati, lalu dipraktekkan dalam setiap langkah hidup kita sehari-hari. Jadikanlah belajar dan merenungkan kebenaran sebagai kebiasaan, supaya kita tumbuh menjadi anak-anak Allah yang dewasa, membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan daerah kita di Sarmi ini. Semoga Tuhan terus memberikan hikmat dan pengertian kepada kita semua.”
Editor : Farli Ponomban S.Th
Reporter : Farli Ponombang


