ITALI,TIMURPOS.COM-Hari ini, keluarga besar AC Milan dan pecinta sepak bola dunia kehilangan seorang legenda sejati,Franco Baresi.
bukan hanya simbol kejayaan Rossoneri,dan Italia,tetapi juga lambang loyalitas, keberanian, dan cinta terhadap satu lambang di dada.Franco Baresi meninggal dunia pada usia 66 tahun.
Franco Baresi akan selalu dikenang sebagai salah satu bek terbaik sepanjang sejarah. Selama 20 tahun karier profesionalnya, ia hanya membela AC Milan, mengabdikan seluruh kariernya untuk satu klub, termasuk 15 tahun menjadi kapten, dan menjelma menjadi simbol kesetiaan sekaligus legenda Rossoneri.
Di Milan, Baresi menjadi jantung pertahanan yang melegenda. Bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta, Mauro Tassotti, Filippo Galli, dan kemudian Christian Panucci, ia membentuk salah satu lini belakang terbaik yang pernah dimiliki dunia sepak bola.
Kehebatan Baresi tidak hanya terletak pada kemampuan bertahan. Ia memadukan kekuatan fisik, ketenangan saat menguasai bola, kecepatan, konsentrasi, dan stamina yang luar biasa. Meski tidak memiliki postur ideal untuk seorang bek tengah sekitar 176cm, ia tetap sangat dominan dalam duel udara berkat penempatan posisi dan timing yang sempurna.
Posisi terbaiknya adalah sebaga bek tengah dan sweeper, peran yang membuat kecerdasan bermainnya benar-benar menonjol. Ia memiliki kemampuan membaca permainan beberapa langkah lebih cepat dari lawan, memotong alur serangan, melakukan tekel bersih, serta mengatur garis pertahanan dengan presisi tinggi.
Di bawah asuhan Arrigo Sacchi, Baresi menjadi sosok utama di balik keberhasilan Milan menerapkan garis pertahanan tinggi dan jebakan offside yang terkenal. Ia bahkan identik dengan gestur mengangkat tangan kepada hakim garis ketika timnya menjalankan taktik tersebut.
Selain tangguh dalam bertahan, Baresi juga memiliki kualitas teknis yang luar biasa. Umpan-umpannya akurat, kontrol bolanya tenang, dan ia sering memulai serangan dari lini belakang layaknya seorang playmaker.
Dalam situasi tertentu, ia bahkan mampu bermain sebagai gelandang bertahan maupun gelandang tengah. Sebagai bonus, ia juga dikenal sebagai eksekutor penalti yang andal.
Sepanjang kariernya, Baresi menjadi teladan dalam profesionalisme, disiplin, daya tahan, dan dedikasi terhadap olahraga,Jiwa kepemimpinannya membuatnya dipercaya mengenakan ban kapten, baik di AC Milan maupun tim nasional Italia.
Kepergian Franco Baresi meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola. Namun, warisan yang ia tinggalkan, tentang kepemimpinan, loyalitas, kecerdasan, dan keanggunan dalam bertahan, akan terus dikenang lintas generasi.
Selamat jalan, Franco Baresi. Salah satu bek terbesar yang pernah menghiasi lapangan hijau.
EDITOR : ALFRETS MAURITS
REPORTER: RUSDI HAMSYAHDIN


