• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Kapolres Bantaeng Ajak Pers dan LSM Silaturahmi, FJRI Titip Pesan soal Humas

    Jumat, 18 September 2026, 18:30 WIB Last Updated 2026-09-18T10:51:02Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    BANTAENG, TIMURPOS.COM — Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bantaeng, AKBP Andi Mayasari Patongai, S.I.K., M.M., menggelar silaturahmi bersama insan pers dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, Jumat (18/9/2026).


    Kegiatan yang berlangsung di Mapolres Bantaeng, Jalan Sungai Bialo, Kecamatan Bantaeng, sekitar pukul 11.00 WITA tersebut dihadiri sekitar 50 peserta dari kalangan wartawan dan perwakilan LSM.


    Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Kapolres Bantaeng yang baru menjalankan tugas untuk memperkenalkan diri sekaligus membangun komunikasi dengan berbagai unsur masyarakat, khususnya insan pers dan LSM yang beraktivitas di wilayah hukum Polres Bantaeng.


    Dalam sambutannya, AKBP Andi Mayasari Patongai mengatakan kegiatan tersebut digelar sebagai ajang silaturahmi dan membangun hubungan yang lebih dekat dengan wartawan maupun LSM.


    “Saya mengundang kita semua hanya untuk ajang silaturahmi, kita baku kenal, saling mengenali satu sama lain,” ujar Kapolres Bantaeng.


    Ia mengatakan dirinya masih dalam tahap awal menjalankan tugas di Polres Bantaeng sehingga komunikasi dengan berbagai unsur di daerah menjadi hal penting.


    “Saya baru melaksanakan tugas di Polres Bantaeng. Jadi, bagaimana kita ke depannya saling kenal mengenal, baik dari teman-teman media maupun dari teman-teman LSM di Kabupaten Bantaeng,” ungkal AKBP Andi Mayasari Patongai. 


    Pada kesempatan tersebut, Ketua FJRI Bantaeng, Dera Fitriani, mengapresiasi undangan Kapolres Bantaeng. Namun, ia berharap pertemuan tersebut tidak hanya menjadi agenda perkenalan dan makan siang, melainkan juga menjadi ruang untuk membahas persoalan hubungan antara Humas Polres Bantaeng dengan insan pers.


    “Kami tentu mengapresiasi undangan Ibu Kapolres. Tetapi kami datang dengan harapan ada ruang diskusi untuk menyampaikan beberapa persoalan yang menurut kami urgent, terutama terkait hubungan Humas dengan teman-teman media,” ujar Dera.


    Menurut Dera, persoalan komunikasi dan akses informasi antara Humas Polres Bantaeng dengan sejumlah media perlu mendapat perhatian agar tidak menimbulkan kesenjangan dalam hubungan antara institusi kepolisian dan insan pers.


    Ia juga menyayangkan karena waktu yang telah disiapkan sejumlah awak media belum dapat digunakan untuk membahas persoalan tersebut secara khusus.


    “Waktu teman-teman juga sangat berharga. Kami hadir karena berharap ada pembahasan yang konkret, bukan sekadar perkenalan dan makan siang. Kami ingin persoalan yang selama ini dirasakan teman-teman media bisa segera dicarikan solusi,” katanya.


    Meski tidak terdapat agenda diskusi khusus, Dera mengaku tetap menyampaikan garis besar persoalan tersebut kepada Kapolres Bantaeng setelah kegiatan makan siang.


    Menurut Dera, penyampaian tersebut mendapat respons dari Kapolres Bantaeng yang menyatakan akan mencari tahu dan menelusuri persoalan yang disampaikan, termasuk mengenai mekanisme kerja di lingkungan Humas.


    “Kami sampaikan garis besarnya. Ibu Kapolres mengatakan akan segera mencari tahu terkait laporan mengenai kecenderungan mekanisme di Humas yang selama ini kami nilai berantakan,” ungkapnya.


    FJRI Minta Evaluasi, Bukan Konflik

    Dera menegaskan, FJRI tidak datang untuk mencari konflik dengan institusi kepolisian. Menurutnya, pihaknya justru menginginkan hubungan yang sehat, terbuka, dan profesional antara Polres Bantaeng dengan seluruh insan pers.


    Ia menilai komunikasi publik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat. Karena itu, menurut Dera, sinergitas antara kepolisian dan media tidak cukup hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga harus terlihat dalam mekanisme komunikasi dan keterbukaan informasi sehari-hari.


    Dera berharap respons Kapolres Bantaeng dapat ditindaklanjuti melalui evaluasi internal dan pembenahan konkret. “Kami mengapresiasi respons Ibu Kapolres. Tetapi kami berharap apa yang kami sampaikan benar-benar diprioritaskan. Jangan sampai persoalan ini kembali menjadi sekadar pembicaraan tanpa realisasi,” tegasnya.


    Ia juga berharap Polres Bantaeng dapat membuka ruang dialog khusus yang mempertemukan pimpinan kepolisian, jajaran Humas, dan awak media.


    Menurutnya, forum tersebut penting agar berbagai persoalan komunikasi dapat dibahas secara terbuka dan dicarikan solusi bersama sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. “Pertanyaannya sekarang, sampai kapan sinergitas hanya sebatas omongan, tetapi tidak terlihat dalam realisasinya?” kata Dera.


    FJRI, lanjut Dera, masih memberikan ruang kepada Kapolres Bantaeng untuk melakukan evaluasi internal dan memperbaiki mekanisme komunikasi Humas dengan media.


    Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak meminta perlakuan khusus, melainkan menginginkan hubungan kerja yang profesional dan mekanisme komunikasi yang jelas.


    “FJRI tidak meminta perlakuan istimewa. Kami hanya berharap ada perlakuan yang profesional, komunikasi yang terbuka dan mekanisme yang jelas. Kalau ada persoalan, mari dudukkan bersama dan selesaikan secara baik-baik. Kita tidak bisa selamanya berpura-pura bahwa situasi ini normal. Tidak boleh, ini sikap pengabaian terhadap profesi kami,” pungkas Dera.


    Kegiatan silaturahmi kemudian ditutup dengan makan siang bersama dan foto bersama Kapolres Bantaeng AKBP Andi Mayasari Patongai dengan para wartawan serta perwakilan LSM yang hadir.(**) 




    Editor: Bang Jul

    Reporter: Rosmawati/Andi Sulkifli

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini