Iklan

Follow us

Ekshumasi Aipda Taufik Gegerkan Bantaeng, Kebenaran Segera Dibongkar

Selasa, 14 April 2026, 13:51 WIB Last Updated 2026-04-14T05:55:07Z
masukkan script iklan disini
masukkan script iklan disini



BANTAENG, TIMURPOS.COM - Kasus kematian tragis yang menimpa almarhum Aipda Taufik, anggota Sat Intelkam Polres Bantaeng, kini memasuki babak baru yang penuh perhatian publik. 


Setelah sebelumnya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di sebuah gudang dekat kediamannya pada 25 Maret 2026, pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus ini untuk dilakukan penyelidikan lebih mendalam.


Menindaklanjuti laporan tersebut, Polres Bantaeng bersama Tim Kedokteran Kepolisian (Dokpol) Biddokkes Polda Sulawesi Selatan melakukan langkah serius dengan menggelar proses penggalian makam (ekshumasi) terhadap jenazah almarhum, pada Selasa (14/4/2025).


Suasana haru dan tegang menyelimuti lokasi saat proses exhumasi berlangsung. Aparat kepolisian tampak sigap mengamankan area dengan pemasangan garis polisi guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman dan lancar.


Kapolres Bantaeng, AKBP Nur Prasetyantoro Wira Utomo, yang hadir langsung di lokasi bersama jajaran pejabat utama, menegaskan bahwa langkah ini diambil demi mengungkap kebenaran di balik kematian anggotanya tersebut.


“Proses ini kami kawal sepenuhnya untuk memastikan exhumasi dan otopsi berjalan lancar. Ini merupakan tindak lanjut dari laporan pihak keluarga guna memastikan penyebab pasti kematian almarhum,” ungkap Kapolres.


Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Gunawang Amin, mengimbau masyarakat untuk tidak berspekulasi terkait penyebab kematian sebelum hasil resmi keluar.


“Kami minta masyarakat bersabar. Ini ditangani oleh tim ahli, dan seluruh proses masih berjalan. Nanti akan ada hasil resmi yang bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.


Tim dokter forensik dari Biddokkes Polda Sulsel yang dipimpin dr. Deni juga menyampaikan bahwa hasil otopsi tidak dapat disimpulkan secara instan. Sampel yang diambil akan diperiksa lebih lanjut di laboratorium di Makassar. “Hasilnya membutuhkan waktu, estimasi sekitar satu bulan ke depan,” singkatnya.


Meski berlangsung selama kurang lebih dua jam, proses exhumasi dan otopsi berjalan lancar berkat dukungan masyarakat serta pengamanan ketat dari pihak kepolisian.


Kini, publik menanti hasil ilmiah dari tim forensik yang diharapkan mampu mengungkap tabir misteri di balik kematian Aipda Taufik apakah murni bunuh diri atau ada fakta lain yang selama ini tersembunyi.


Editor: Jul Tanggo

Reporter: Rosma/Tri Indra


Komentar

Tampilkan

Terkini