TONDANO SULAWESI UTARA TIMUROPS.COM – Gelaran Karate Open Tournament Kejati Sulut Cup III Tahun 2022 yang berlangsung pada 22-24 Juli 2022 di WaleneTou Tondano kini menjadi kenangan manis yang tak terlupakan bagi seluruh insan karate Indonesia Timur. Upacara pembukaan yang dihadiri langsung oleh Ketua Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara, Bupati Minahasa, serta para Kepala Kejaksaan Negeri se-Sulawesi Utara menjadi saksi bisu bagaimana Minahasa membuktikan diri sebagai tuan rumah yang luar biasa. Dengan partisipasi 706 atlet dari 32 kontingen, event ini bukan sekadar kompetisi fisik, melainkan pesta kebersamaan yang menyatukan semangat olahraga, penegakan hukum, dan kebanggaan daerah dalam satu arena tatami. Slogan "Minahasa Hebat" dan yel-yel "I Yayat U Santi" kini abadi sebagai simbol ketangguhan dan persaudaraan yang dibangun di atas keringat dan air mata haru, Jumat ( 24 July 2026 ).
I Yayat U Santi
Momen bersejarah ini juga ditandai dengan ungkapan rasa syukur dan emosi mendalam dari keluarga besar yang terlibat langsung
Skala Nasional Indonesia Timur: Turnamen ini diikuti oleh 706 atlet yang berasal dari 32 kontingen berbeda, menegaskan posisi Kejati Sulut Cup sebagai ajang bergengsi yang menjangkau seluruh wilayah Indonesia Timur dan menjadi rujukan prestasi regional
Sinergi Pimpinan Daerah & Kejaksaan: Kehadiran Kejati Sulut, Bupati Minahasa, dan para Kejari se-Sulut dalam upacara pembukaan menunjukkan kolaborasi kuat antara institusi hukum dan pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan SDM melalui olahraga bela diri
Venue WaleneTou Tondano yang Berkesan: Lokasi penyelenggaraan selama tiga hari (22-24 Juli 2022) membuktikan kesiapan infrastruktur dan manajemen event yang profesional, meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta dan tamu undangan
Rasa Syukur Family M. Pongulu, Fanily M Pongulu mengungkapkan rasa bersyukur yang tak terhingga atas kelancaran pelaksanaan turnamen, karena partisipasi dan dukungan mereka menjadi bagian integral dari kesuksesan even yang kini dikenang dengan penuh hormat
Ucapan Haru Syuli Legi, Syuli Legi menyampaikan ungkapan haru yang mendalam melihat antusiasme atlet dan dukungan masyarakat, menegaskan bahwa Kejati Sulut Cup III adalah wujud cinta kasih terhadap generasi muda karateka yang terus menginspirasi hingga hari ini
Semangat Abadi "I Yayat U Santi", Yel-yel perjuangan ini menjadi simbol ketangguhan mental para atlet dan panitia, mengingatkan bahwa kemenangan sejati lahir dari kerja keras, disiplin, dan sportivitas yang kini menjadi warisan semangat bagi karateka masa depan
Prestasi Melampaui Ekspektasi, Partisipasi massal dari 32 kontingen melampaui target awal, membuktikan bahwa minat terhadap karate di Indonesia Timur terus bertumbuh dan Minahasa layak dikenang sebagai kiblat olahraga bela diri regional yang membanggakan
Closing Statement
Kejati Sulut Cup III 2022 di Tondano telah menulis sejarah yang tidak akan pernah pudar dari ingatan kita semua. Ketika instansi penegak hukum, pemerintah daerah, keluarga, dan masyarakat bersatu padu, terciptalah momen keemasan yang melampaui batas waktu. Rasa syukur Family M. Pongulu dan air mata haru Syuli Legi adalah cerminan bahwa even ini bukan tentang piala semata, melainkan tentang membangun karakter bangsa melalui olahraga yang kini menjadi kenangan abadi. Kepada seluruh atlet, pelatih, dan panitia yang telah berjuang: kalian adalah kebanggaan Minahasa dan Indonesia Timur yang namanya terukir dalam sejarah karate nasional. Teruslah berlatih, teruslah berjuang, dan biarkan semangat "Minahasa Hebat" serta yel-yel "I Yayat U Santi" menginspirasi generasi berikutnya. Karena di atas tatami, kita tidak hanya bertarung untuk menang, tetapi juga belajar untuk menjadi manusia yang tangguh, rendah hati, dan penuh kasih. Kenangan indah Kejati Sulut Cup III 2022 akan selalu hidup, menanti kembalinya kejayaan di edisi-edisi mendatang yang lebih gemilang!
Editor : Farli Ponomban S.Th
Sumber : Syuli Legi & Fanily M Pongulu