• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Dari Studio Dolphin hingga Tabura Emas: Jhon Lisyard Mandibo Bangkit dari Senyap Keterpurukan, Menyanyikan Lagu Berjudul "Kembali ke Jalan-Mu Bapa"

    Sabtu, 15 Agustus 2026, 23:28 WIB Last Updated 2026-08-15T15:28:25Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Jhon Lisyard Mandibo Bangkit dari Senyap Keterpurukan, Dan Kini Kembali Menyanyikan Lagu Berjudul "Kembali ke Jalan-Mu Bapa"

    BIAK NUMFOR, PAPUA TIMURPOS.COM -
    Ada jeda panjang dalam hidup seorang seniman, di mana waktu seolah membeku dan suara emasnya tertelan oleh liku-liku takdir yang tak terduga. Bagi Jhon Lisyard Mandibo, dua dekade bukan sekadar angka, melainkan sebuah perjalanan sunyi melintasi lorong-lorong keterpurukan, kerinduan akan panggung, dan pergulatan iman yang tak kasatmata. Namun, seni sejati tidak pernah benar-benar mati; ia hanya menunggu momen kebangkitan yang tepat. Di tahun 2025 ini, setelah sekian lama tenggelam dalam diam, Jhon Mandibo kembali berdiri tegak. Bukan sebagai musisi yang mencari popularitas sesaat, melainkan sebagai hamba Tuhan yang menyuarakan doa melalui nada-nada yang lahir dari luka yang telah disembuhkan. Ini adalah kisah tentang ketekunan, tentang pertemuan-pertemuan yang ditakdirkan, dan tentang bagaimana sebuah lagu rohani menjadi jembatan bagi jiwa yang rindu pulang ke jalan-Nya, Minggu ( 16 Agustus 2026 ).


    Awal Mula di Studio Dolphin Jakarta (2004), Jejak karir Jhon dimulai di salah satu studio legendaris ibu kota, Studio Dolphin. Di sinilah benih musikalitasnya disemai, bergabung bersama Grup Wemiu Raja Ampat Coor., menandai babak pertama perjuangannya di industri musik nasional.


    Satu Album Rohani & Kolaborasi Legendaris, Grup Wemiu Raja Ampat Coor. hanya merilis satu album rohani yang abadi, berisi ciptaan-ciptaan orisinal Jhon Mandibo. Album ini dibintangi oleh Bung Akon Bonai dan Robi Wambrau, serta diperkuat oleh musisi dan vokalis band Rio Grime, menjadi saksi bisu talenta murni yang pernah bersinar.


    Pertemuan dengan Produser Baik Hati (2005), Tak lama berselang, takdir mempertemukannya dengan Pak Melky Sermumes, seorang produser yang dikenal baik hati. Pertemuan ini membawa harapan baru, meski akhirnya berujung pada nasib yang serupa: hanya satu album bersama Grup Hanex yang dibintangi Bung Wem Meosido sebelum cahaya redup kembali.


    Dua Dekade dalam Keheningan (2005–2025), Setelah album kedua, Jhon Mandibo memilih mundur dari sorotan. Dua puluh tahun berlalu dalam kesunyian, di mana ia bergumul dengan keterpurukan, kehilangan arah, dan pergulatan batin yang tak pernah ia ceritakan kepada publik. Masa-masa ini adalah "padang gurun" spiritualnya.


    Lahirnya Lagu "Kembali ke Jalan-Mu Bapa": Di tengah kegelapan itulah, sebuah lagu rohani tercipta. "Kembali ke Jalan-Mu Bapa" bukan sekadar komposisi musik, melainkan curahan hati yang paling jujur—sebuah doa yang dirangkai dari air mata, penyesalan, dan kerinduan akan pemulihan ilahi.


    Pertemuan Takdir di Nabire: Studio Tabura Emas, Tahun 2025 menjadi titik balik. Jhon bertemu dengan Bung Valdano Wambrauw, pemilik studio ternama di Kota Nabire, Tabura Emas. Profesionalisme dan kepekaan seni Bung Valdano menjadi katalisator yang membangunkan suara emas Jhon dari tidur panjangnya.


    Rilis Dua Lagu di Platform Digital, Berkat keahlian teknis dan sentuhan artistik Bung Valdano, Jhon Mandibo berhasil merilis dua lagu secara resmi di platform YouTube. Ini adalah bukti konkret bahwa bakatnya tidak pernah pudar, hanya menunggu tangan yang tepat untuk mengasahnya kembali.


    "Inikah Cobaan": Standar Pop Nasional, Salah satu lagu yang dirilis, berjudul "Inikah Cobaan", menampilkan kualitas produksi berstandar nasional. Dengan suara emasnya yang khas, Jhon membuktikan bahwa ia masih mampu bersaing di era modern, membawa pesan universal tentang ujian hidup yang relevan bagi setiap pendengar.


    Kebangkitan Sebagai Bentuk Ibadah, Kembali berkarya bagi Jhon Mandibo bukan tentang ambisi duniawi, melainkan respons atas anugerah pemulihan. Setiap nada yang ia nyanyikan adalah ucapan syukur, setiap lirik adalah pengakuan dosa, dan setiap penampilan adalah kesaksian bahwa Tuhan sanggup memulihkan apa yang telah rusak.


    Closing Statement.

    Perjalanan Jhon Lisyard Mandibo mengajarkan kita bahwa keterpurukan bukanlah akhir dari segalanya, melainkan bagian dari proses pemurnian yang diperlukan sebelum cahaya kebenaran truly bersinar. Lagu "Kembali ke Jalan-Mu Bapa" dan "Inikah Cobaan" bukan hanya karya seni, tetapi monumen spiritual bagi siapa saja yang pernah merasa tersesat dan rindu dipulihkan. Di usia karir yang memasuki babak baru ini, Jhon Mandibo tidak lagi bernyanyi untuk dirinya sendiri, tetapi untuk setiap jiwa yang membutuhkan pengharapan. Semoga suaranya terus menjadi berkat, dan langkah kakinya senantiasa dipimpin oleh tangan Tuhan yang setia. Selamat datang kembali, Jhon Mandibo—suara emas Papua yang kini bersinar lebih terang karena telah ditempa oleh api kehidupan.


    Catatan Redaksi: Berita ini ditulis berdasarkan kesaksian langsung sang tokoh, dengan penghormatan penuh terhadap perjalanan hidupnya yang penuh liku. Kami mengundang pembaca untuk mendengarkan kedua lagu tersebut di YouTube sebagai bentuk dukungan moral bagi kebangkitan seorang seniman Papua yang telah melewati badai kehidupan.




    Editor      : Farli Ponomban, S.Th  

    Reporter : Jhon Lisyard Mandibo

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini