• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    🎓 Mahasiswa IISIP YAPIS Terjun ke Karang Mulia, Wujud Nyata Tri Dharma di Distrik Samofa 🎓

    Jumat, 14 Agustus 2026, 22:26 WIB Last Updated 2026-08-14T14:26:13Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    ( KKL ) di Kelurahan Karang Mulia, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor. Di bawah komando Ketua Kelompok KKL Sam Rumbrawer.

    BIAK NUMFOR, PAPUA TIMURPOS.COM -
    Pendidikan tinggi bukan menara gading yang terpisah dari realitas sosial, melainkan jembatan penghubung antara teori akademis dan denyut nadi masyarakat. Semangat inilah yang menggerakkan mahasiswa Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) YAPIS Biak saat melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) di Kelurahan Karang Mulia, Distrik Samofa, Kabupaten Biak Numfor. Di bawah komando Ketua Kelompok KKL Sam Rumbrawer, para mahasiswa tidak hadir sebagai pengamat pasif, tetapi sebagai mitra belajar yang siap mengabdi, mendengarkan, dan berkontribusi langsung bagi kemajuan kelurahan. Kehadiran mereka di Karang Mulia menjadi bukti konkret bahwa sarjana ilmu sosial dan politik harus lahir dari rahim pengalaman lapangan, bukan hanya dari ruang kuliah, sekaligus menegaskan komitmen IISIP YAPIS dalam mencetak generasi intelektual Papua yang berakar kuat pada tanah leluhur, Jumat ( 14 Agustus 2026 ).


    Penataan Identitas Wilayah melalui Plang Batas RT/RW: Sebagai wujud dukungan terhadap tertib administrasi kewilayahan, mahasiswa terlibat aktif dalam pembuatan dan pemasangan plang batas RT/RW. "Plang batas ini bukan sekadar kayu cat hijau, tapi simbol ketertiban administratif yang memudahkan warga mengetahui hak dan kewajiban wilayahnya," sebutnya saat menjelaskan fungsi penataan zonasi kepada perangkat kelurahan.


    Observasi Tata Kelola Pemerintahan Kelurahan, Mahasiswa mendampingi perangkat kelurahan di Kantor Kelurahan Karang Mulia untuk memahami alur birokrasi dan pelayanan publik. "Kami melihat betapa kompleksnya tantangan pelayanan prima di tingkat akar rumput, namun semangat bapak-ibu lurah dan staf sangat menginspirasi kami untuk belajar lebih rendah hati," ungkapnya setelah sesi observasi di kantor kelurahan.


    Pemetaan Potensi Ekonomi Lokal, Dilakukan survei mendalam terhadap UMKM dan sektor pertanian/perikanan warga Karang Mulia. "Potensi ekonomi lokal di sini luar biasa, hanya perlu sedikit sentuhan manajemen modern agar bisa bersaing di pasar yang lebih luas," sebutnya usai mewawancarai sejumlah pelaku usaha mikro di wilayah tersebut.


    Sosialisasi Literasi Digital & Administrasi, Mahasiswa menyelenggarakan pelatihan singkat bagi pemuda dan ibu-ibu PKK tentang pemanfaatan teknologi digital. "Ibu-ibu PKK ternyata sangat antusias belajar menggunakan smartphone untuk akses informasi kesehatan dan pemasaran produk, ini membuktikan bahwa literasi digital bisa dimulai dari mana saja," ungkapnya merespons respons positif peserta sosialisasi.


    Pendampingan Program Kesehatan Masyarakat, Berkolaborasi dengan Posyandu setempat, mahasiswa membantu edukasi gizi seimbang dan pencegahan stunting. "Kesehatan balita adalah investasi masa depan Papua, dan kami bangga bisa berkontribusi meski hanya lewat edukasi sederhana yang konsisten," sebutnya saat mendampingi kader posyandu melakukan penimbangan.


    Analisis Partisipasi Pemuda dalam Pembangunan, Melalui Focus Group Discussion (FGD), mahasiswa menggali aspirasi generasi muda Karang Mulia. "Pemuda di sini punya ide brilian untuk pembangunan kampung, mereka hanya butuh wadah dan kepercayaan dari pemerintah kelurahan untuk mewujudkannya," ungkapnya menyimpulkan hasil diskusi dengan kelompok pemuda setempat.


    Dokumentasi Kearifan Lokal & Sejarah Lisan, Tim KKL merekam cerita-cerita tetua adat dan sejarah pembentukan Kelurahan Karang Mulia. "Setiap cerita tetua adat adalah arsip hidup yang tak ternilai, kami merasa berhutang budi karena diberi kesempatan merekam memori kolektif ini sebelum terlupakan," sebutnya penuh hormat usai sesi wawancara dengan tokoh tua kampung.


    Penyusunan Rekomendasi Kebijakan Berbasis Data, Seluruh temuan lapangan akan dirumuskan menjadi laporan rekomendasi konkret untuk Lurah Karang Mulia. "Rekomendasi ini bukan kritik, tapi bentuk cinta kami terhadap warga kelurahan Karang Mulia; kami ingin pulang meninggalkan jejak perbaikan yang nyata, bukan hanya kenangan," ungkapnya menegaskan tujuan akhir dari seluruh rangkaian kegiatan KKL.


    Closing Statement 

    Ketua Kelompok KKL Sam Rumbrawer menegaskan bahwa pengalaman di Karang Mulia telah mengubah perspektif akademisnya secara fundamental. "Kami datang dengan membawa teori dari buku, namun pulang dengan membawa pelajaran hidup dari warga Karang Mulia," ungkapnya. Ia menambahkan bahwa keterlibatan langsung dalam kegiatan seperti penataan batas wilayah mengajarkan mahasiswa bahwa detail administratif adalah fondasi dari ketertiban sosial. "Kelurahan Karang Mulia telah mengajarkan kami bahwa kebijakan yang baik lahir dari empati dan kehadiran fisik di tengah masyarakat, bukan hanya dari data statistik di atas kertas. Inilah esensi sebenarnya dari ilmu sosial dan politik yang kami pelajari di IISIP YAPIS," sebutnya penuh hikmat. Dirgahayu IISIP YAPIS—teruslah mencetak sarjana yang tidak hanya cerdas di kampus, tetapi juga rendah hati dan bermanfaat di tengah masyarakat Papua! 🎓🇮🇩




    Editor      : Farli Ponomban S.Th

    Reporter : Jhon Lisyard Mandibo

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini