BANTAENG, TIMURPOS.COM – Video yang memperlihatkan seorang oknum Staf Ahli Bupati Bantaeng berinisial RWK melakukan gestur jari tengah saat momen penghormatan Sang Saka Merah Putih mendadak viral di media sosial. Sorotan publik pun mengarah kepada sosok tersebut, terlebih kejadian itu berlangsung dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Setelah menjadi perbincangan dan menuai berbagai tanggapan, RWK akhirnya angkat bicara. Pada Jumat (21/8/2026), ia memberikan klarifikasi mengenai video yang beredar luas tersebut.
RWK mengakui bahwa dirinya memang berada dalam video tersebut. Namun, ia menegaskan gestur yang terekam kamera dilakukan secara spontan dan tidak dimaksudkan untuk menghina, melecehkan, ataupun menunjukkan sikap tidak menghormati momen penghormatan terhadap bendera Merah Putih.
Menurutnya, video tersebut direkam oleh teman dekatnya berinisial AS. Ia menyebut kejadian itu berlangsung secara spontan dan sama sekali tidak menyangka rekaman tersebut kemudian beredar hingga menjadi perhatian publik.
“Yang video itu teman dekat saya, dan saya melakukannya secara spontanitas tanpa disengaja serta tidak ada maksud untuk menghina lambang negara,” ungkap RWK.
Polemik yang berkembang di media sosial akhirnya mendorong RWK menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia mengaku menyadari bahwa gestur tersebut dapat menimbulkan persepsi negatif, terutama karena terjadi dalam momentum sakral peringatan kemerdekaan.
RWK pun menyampaikan permohonan maaf kepada pemerintah, mulai dari pemerintah pusat hingga Pemerintah Kabupaten Bantaeng.
Tak hanya itu, permintaan maaf juga ditujukan kepada kalangan LSM, aktivis, insan pers, serta seluruh masyarakat yang merasa terganggu atau tersinggung dengan video tersebut.
“Saya meminta maaf yang sebesar-besarnya kepada pemerintah, mulai dari pusat sampai pemerintah Kabupaten Bantaeng, juga terhadap teman-teman LSM, aktivis dan pers serta seluruh warga masyarakat Indonesia,” Ungkapnya.
Klarifikasi tersebut menjadi penutup sementara atas polemik video yang sempat menghebohkan media sosial. RWK berharap penjelasannya dapat memberikan gambaran mengenai apa yang sebenarnya terjadi di balik video tersebut.
Meski demikian, beredarnya video itu menjadi pengingat bagi setiap pejabat maupun aparatur pemerintahan untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, terlebih ketika berada dalam kegiatan resmi yang berkaitan dengan simbol negara dan menjadi perhatian publik.(*)
Editor: Bang Jul
