
Pemerintah Distrik Andey menggelar upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala Distrik, Bapak Andreas D. Baab, S.Sos., M.M.
BIAK NUMFOR, PAPUA TIMURPOS.COM - tanah Papua, peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan reaffirmasi (penegasan kembali) akan ikatan batin antara negara dan masyarakat adat. Pada momentum HUT RI ke-81 tahun 2026, Pemerintah Distrik Andey menggelar upacara bendera yang dipimpin langsung oleh Kepala Distrik, Bapak Andreas D. Baab, S.Sos., M.M. Kehadiran unsur TNI dan Polri sebagai aparat keamanan menjamin prosesi pengibaran Sang Merah Putih berjalan khidmat dan aman. Lebih dari itu, acara ini menjadi simbol harmoni lintas elemen—mulai dari tokoh agama, tokoh adat, pemerintah kampung, guru SD/SMP, hingga tenaga kesehatan Puskesmas—yang bersatu padu merayakan kedaulatan bangsa di ujung timur Nusantara, Senin ( 17 Agustus 2026 ).
Kepemimpinan Langsung Kepala Distrik, Upacara dipimpin penuh oleh Bapak Andreas D. Baab, S.Sos., M.M., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini di tingkat distrik.
Pengamanan Ketat oleh TNI-Polri, Aparat negara hadir bukan hanya sebagai protokol, tetapi sebagai garda terdepan menjaga kondusivitas, memastikan setiap detik prosesi berlangsung aman dan tertib.
Pesan Wakapolsek Biak Utara, Dalam jumpa pers singkat, Pak Sarto (Wakapolsek Biak Utara) menekankan pentingnya menjunjung tinggi nilai sosial budaya lokal sebagai fondasi kehidupan berbangsa.
Rukun dan Damai sebagai Kunci Kesejahteraan, "Hidup berdampingan secara rukun dan damai adalah prasyarat mutlak bagi warga negara yang adil dan sejahtera," sebutnya, mengingatkan bahwa kemerdekan harus diisi dengan kerukunan antarwarga.
NKRI Harga Mati, Dengan lantang, Pak Sarto menegaskan bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah final. "NKRI harga mati! Merdeka! Merdeka! Merdeka!" serunya disambut semangat peserta upacara, menunjukkan loyalitas tanpa syarat kepada negara.
Kehadiran Tokoh Agama dan Adat, Partisipasi aktif para pemuka agama dan tokoh adat menandakan bahwa nilai-nilai spiritual dan kearifan lokal berjalan beriringan dengan nasionalisme modern.
Peran Strategis Pendidik dan Tenaga Kesehatan, Hadirnya guru-guru SD/SMP dan petugas Puskesmas menunjukkan bahwa kemerdekaan juga dirayakan melalui dedikasi mereka dalam mencerdaskan dan menyehatkan generasi penerus bangsa di pedalaman.
Sambutan Hangat Pimpinan Upacara, Bapak Andreas D. Baab menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran semua elemen masyarakat. "HUT RI ke-81 ini sangat istimewa karena dihadiri oleh seluruh pilar masyarakat Andey," ungkapnya, menggambarkan suasana kekeluargaan yang erat.
Integrasi Sosial Melalui Perayaan Kebangsaan, Upacara ini bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang masa depan; bagaimana berbagai kelompok masyarakat di Distrik Andey melebur dalam satu identitas sebagai bangsa Indonesia yang merdeka.
Closing Statement.
Peringatan HUT RI ke-81 di Distrik Andey telah membuktikan bahwa semangat kemerdekaan tetap membara di hati masyarakat Papua. Kolaborasi antara pemerintah distrik, aparat keamanan, tokoh adat, agama, pendidik, dan tenaga kesehatan adalah mozaik indah dari Bhinneka Tunggal Ika yang hidup dan bernapas. Seperti pesan Pak Sarto, mari kita jaga kerukunan ini sebagai modal utama menuju kesejahteraan. Karena pada akhirnya, kemerdekan sejati adalah ketika setiap warga merasa aman, dihargai, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI yang harga mati. Dirgahayu Indonesiaku! Merdeka!
Editor : Farli Ponomban, S.Th
Reporter : Jhon Lisyard Mandibo