• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Mahasiswa KKN Unhas Kembangkan Inovasi Tempe dengan Tambahan Rumput Laut Merah di Biangkeke Bantaeng

    Selasa, 25 Agustus 2026, 14:28 WIB Last Updated 2026-08-25T06:28:47Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    BANTAENG, TIMURPOS.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin menghadirkan inovasi pangan berbasis potensi lokal melalui pemanfaatan rumput laut merah sebagai bahan tambahan dalam pembuatan tempe di Desa Biangkeke, Kecamatan Pajukukang, Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan.


    Inovasi tersebut dikembangkan oleh Danil, mahasiswa Program Studi S1 Kimia Universitas Hasanuddin yang melaksanakan KKN Tematik dengan tema Pertanian dan Teknologi Tepat Guna di Desa Biangkeke. Melalui kegiatan ini, Danil memanfaatkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan untuk mengembangkan potensi bahan lokal menjadi produk pangan yang lebih inovatif.


    Rumput laut merah, khususnya Eucheuma spinosum, dipilih sebagai bahan tambahan karena memiliki potensi untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah. Sebelum digunakan, rumput laut melalui beberapa tahapan pengolahan, seperti pencucian, pemasakan, pengeringan, dan penghalusan. Selanjutnya, rumput laut dicampurkan dalam proses pembuatan tempe bersama kedelai dan ragi.


    Danil menjelaskan bahwa inovasi ini tidak hanya berorientasi pada pembuatan produk baru, tetapi juga bertujuan memperkenalkan alternatif pemanfaatan rumput laut kepada masyarakat. Tempe dipilih karena merupakan pangan yang dekat dengan masyarakat dan memiliki peluang untuk dikembangkan dalam skala rumah tangga.


    Warga Sambut Baik Inovasi


    Inovasi tempe dengan tambahan rumput laut merah mendapat sambutan positif dari masyarakat Desa Biangkeke. Warga menunjukkan antusiasme karena inovasi tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah rumput laut menjadi produk pangan.


    Masyarakat juga melihat adanya peluang pengembangan produk sebagai usaha rumah tangga. Selain pembuatan tempe, inovasi tersebut dikembangkan melalui diversifikasi menjadi abon tempe, sehingga memberikan alternatif produk olahan yang memiliki potensi nilai ekonomi.


    Sebagai mahasiswa S1 Kimia, Danil menerapkan pengetahuan akademiknya dalam proses pengembangan inovasi tersebut. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk penerapan ilmu pengetahuan melalui KKN Tematik Pertanian dan Teknologi Tepat Guna.


    Melalui inovasi ini, Danil berharap masyarakat dapat semakin memahami bahwa potensi lokal di Desa Biangkeke dapat dikembangkan menjadi produk pangan kreatif dan bernilai tambah. Kegiatan tersebut juga diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan setelah pelaksanaan KKN berakhir.


    Editor: Bang Jul

    Reporter: Rosmawati

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini