
Sunday Service
BIAK NUMFOR, PAPUA TIMURPOS.COM - Kasih bukan sekadar perasaan, melainkan perintah ilahi yang menjadi tolak ukur keaslian iman. Dalam khotbah Minggu pagi yang dipimpin oleh Bpk. Penatua Zedekia Miosido (yang juga menjabat sebagai Kepala Kampung Wonabraidi) di GKI Eden Wonabraidi, Distrik Andey, Biak Utara, jemaat diteguhkan kembali pada fondasi pengakuan iman GKI: bahwa gereja ini adalah persekutuan sorgawi yang hadir di bumi, bukan cerminan dari dunia yang fana. Berdasarkan teks 1 Yohanes 2:7-17, Bpk. Zedekia menegaskan dengan lantang bahwa tidak ada ruang bagi warga GKI untuk hidup dalam kegelapan atau ketidak-kasihan. Mengasihi adalah bukti bahwa seseorang telah mengenal Allah dan berjalan dalam terang; sebaliknya, membenci sesama berarti masih berada dalam kegelapan, terlepas dari seberapa rajin ia beribadah. Pesan ini disampaikan dengan ketegasan seorang hamba Tuhan sekaligus pemimpin masyarakat, mengingatkan bahwa integritas iman harus terwujud nyata dalam kehidupan sehari-hari di kampung maupun di tengah godaan duniawi, Minggu ( 16 Agustus 2026 ).
Kasih Adalah Perintah Lama yang Baru: "Perintah mengasihi itu lama karena sudah diajarkan sejak awal, namun baru karena terus-menerus diperbarui oleh Kristus dalam hidup kita," sebutnya. Kasih bukan tradisi usang, melainkan napas segar yang menghidupkan persekutuan.
Terang vs. Kegelapan: Tidak Ada Zona Abu-abu: "Orang yang mengasihi saudaranya tinggal di dalam terang dan tidak ada batu sandungan baginya; tetapi siapa yang membenci saudaranya, ia berada di dalam kegelapan," ungkapnya. Hidup dalam terang berarti konsisten antara ucapan dan tindakan kasih.
GKI: Persekutuan Sorgawi di Bumi: "Sesuai Pengakuan Iman GKI, gereja ini bukan organisasi sosial biasa, melainkan persekutuan orang-orang kudus yang dipanggil keluar dari dunia," sebutnya. Identitas ini menuntut standar hidup yang berbeda dari pola pikir duniawi.
Menolak Keinginan Duniawi yang Membinasakan: "Keinginan daging, keinginan mata, dan keangkuhan hidup bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia yang sedang lenyap," ungkapnya. Warga GKI ditantang untuk secara sadar menolak tiga racun rohani ini setiap hari.
Melakukan Kehendak Allah = Hidup Kekal: "Siapa yang melakukan kehendak Allah tetap hidup selama-lamanya; ini adalah janji pasti yang melampaui usia biologis kita," sebutnya. Kehidupan kekal dimulai sekarang, saat kita taat pada perintah kasih.
Kepemimpinan Ganda: Penatua & Kepala Kampung: Sebagai penatua sekaligus Kepala Kampung Wonabraidi, Bpk. Zedekia memberi teladan bahwa pelayanan gereja dan kepemimpinan masyarakat harus bersumber dari prinsip kasih yang sama. "Tidak boleh ada pemisahan antara iman di mimbar dan integritas di balai kampung," ungkapnya.
Kasih sebagai Bukti Pengenalan Akan Allah: "Barangsiapa berkata 'Aku mengenal Dia', tetapi tidak menuruti perintah-Nya, ia adalah pendusta," sebutnya. Pengenalan akan Allah dibuktikan bukan oleh pengetahuan teologis, melainkan oleh ketaatan dalam mengasihi.
Dunia Sedang Lenyap, Firman Allah Tetap: "Jangan tertipu oleh kemegahan dunia yang sementara; hanya firman Allah dan mereka yang melakukan kehendak-Nya yang memiliki nilai abadi," ungkapnya. Prioritas hidup warga GKI harus diatur ulang berdasarkan perspektif kekekalan.
Tantangan Nyata di Wonabraidi: Di tengah dinamika sosial Distrik Andey, penerapan "perintah baru" ini menjadi benteng moral bagi jemaat. "Mengasihi di Wonabraidi berarti menjaga kerukunan, menolak kekerasan, dan saling menopang dalam kebenaran," sebutnya.
Panggilan untuk Bangkit dari Kegelapan: "Jika kamu merasa masih terjebak dalam kebencian atau keinginan duniawi, hari ini adalah waktu untuk bertobat dan kembali ke terang," ungkapnya. Kasih karunia Tuhan selalu tersedia untuk memulihkan mereka yang rindu hidup sesuai kehendak-Nya.
Closing Statement.
Bpk. Penatua Zedekia Miosido menutup khotbah dengan seruan yang menggugah hati: "Saudara-saudaraku Jemaat GKI Eden Wonabraidi, kita memang berada di dunia, tetapi kita tidak boleh sama dengan dunia! Jangan biarkan keinginan duniawi mencuri sukacita dan kesaksian hidupmu. Lakukanlah kehendak Allah—mulailah dari hal kecil: mengasihi keluarga, tetangga, dan bahkan mereka yang sulit dikasihi. Sebab hanya mereka yang melakukan kehendak Bapa yang akan hidup selama-lamanya. Mari kita jadikan GKI Eden Wonabraidi benar-benar persekutuan sorgawi yang memancarkan terang Kristus di Distrik Andey. Amin!"
Editor : Farli Ponomban, S.Th
Reporter : Jhon Lisyard Mandibo