• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Transformasi Infrastruktur Kelaisu: Marcus Franklin Irab Ubah DDS Tahap II Jadi Gerakan Ekonomi Rakyat

    Senin, 10 Agustus 2026, 19:21 WIB Last Updated 2026-08-10T11:21:04Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    Kepala Kampung Marcus Franklin Irab berhasil menerjemahkan alokasi Dana Desa (DDS) Tahap II Tahun Anggaran 2026 senilai Rp10 juta


    JAYAPURA, PAPUA TIMURPOS.COM –
    Di balik deru mesin dan tumpukan material di sepanjang ruas jalan Kampung Kelaisu, tersimpan sebuah cerita tentang kepemimpinan yang tidak kenal kompromi terhadap keterbelakangan. Kepala Kampung Marcus Franklin Irab berhasil menerjemahkan alokasi Dana Desa (DDS) Tahap II Tahun Anggaran 2026 senilai Rp10 juta menjadi sebuah gerakan sosial-ekonomi yang nyata. Bukan sekadar menambal aspal yang bolong, program padat karya perbaikan jalan sepanjang ±8 km ini adalah manifestasi dari visi besar: mengubah infrastruktur yang mati menjadi nadi perekonomian yang berdenyut bagi kesejahteraan warga, Senin ( 10 Agustus 2026 ).


    Strategi "Double Impact" yang Cerdas: Alokasi Rp10 juta dirancang dengan presisi tinggi untuk mencapai dua tujuan sekaligus: memperbaiki aksesibilitas fisik sekaligus menyuntikkan likuiditas ekonomi langsung ke kantong warga melalui upah harian program padat karya.


    Kepemimpinan Berbasis Resiliensi, Marcus Franklin Irab membuktikan bahwa pemimpin sejati tidak menunggu kondisi sempurna untuk bergerak. Di tengah tantangan geografis dan keterbatasan anggaran, ia justru mengubah rintangan menjadi katalisator untuk membangkitkan gotong royong yang sudah lama tertidur.


    Revolusi Mental Melalui Kerja Nyata, Program ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan terapi kolektif bagi masyarakat. Dengan terlibat langsung dalam pembangunan, warga tidak lagi merasa sebagai penonton pasif, melainkan pemilik sah atas setiap meter jalan yang mereka bangun dengan keringat sendiri.


    Efisiensi Anggaran Berbasis Kearifan Lokal, Penggunaan metode padat karya dan alat sederhana terbukti jauh lebih efektif menyerap tenaga kerja lokal dibandingkan kontraktor eksternal, memastikan multiplier effect ekonomi tetap beredar di dalam ekosistem Kampung Kelaisu.


    Infrastruktur Sebagai Fondasi Kedaulatan Pangan, Perbaikan jalan 8 km ini adalah kunci pembuka isolasi. Akses yang lancar berarti hasil bumi petani bisa keluar dengan biaya murah, dan kebutuhan pokok bisa masuk dengan harga wajar—sebuah langkah konkret menuju ketahanan pangan mandiri.


    Akuntabilitas yang Terukur oleh Mata Rakyat, Transparansi dalam pelaksanaan program ini menciptakan ruang kepercayaan publik yang kuat. Ketika warga melihat pemimpinnya bekerja setara dengan mereka di lapangan, legitimasi politik kepala kampung meningkat secara organik tanpa perlu kampanye pencitraan.


    Investasi Jangka Panjang untuk Generasi Mendatang, Jalan yang diperbaiki hari ini adalah warisan aset yang akan dinikmati anak cucu kelak. Ini adalah bentuk tanggung jawab antargenerasi yang jarang ditemukan dalam perencanaan pembangunan tingkat kampung.


    Keteladanan yang Menular, Semangat Marcus Franklin Irab yang tak kenal lelah telah menjadi virus positif. Ia tidak hanya memerintah dari belakang meja, tetapi memimpin dari garis depan—menciptakan budaya kerja keras yang akan terus bergema bahkan setelah masa jabatannya berakhir.


    Closing Statement:

    Kebijakan Marcus Franklin Irab di Kampung Kelaisu mengajarkan kita satu hal fundamental: pembangunan yang berkelanjutan tidak dimulai dari gedung mewah atau janji manis, melainkan dari keputusan berani untuk menyentuh masalah paling dasar—jalan yang rusak—dan menyelesaikannya bersama rakyat. Ketika seorang pemimpin memilih untuk berkeringat di bawah terik matahari demi 8 kilometer harapan, ia sedang membangun sesuatu yang jauh lebih kokoh daripada beton: yaitu kepercayaan. Dan kepercayaan inilah mata uang termahal dalam kepemimpinan, yang nilainya melampaui segala angka anggaran. Kelaisu kini tidak hanya memiliki jalan yang lebih baik, tetapi juga jiwa yang lebih bangkit.



    Editor       : Farli Ponomban S.Th

    Reporter  : Christopel Tabisu

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini