• Jelajahi

    Copyright © TIMURPOS.COM| Mengabarkan Fakta
    Pembuat Website

    Iklan

    Follow us

    Ketua Umum FPMM Umar Key Ajak Warga Maluku di Jakarta Jadikan Tetangga sebagai Saudara Kandung

    Timur Pos
    Selasa, 18 Agustus 2026, 20:40 WIB Last Updated 2026-08-18T12:40:38Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini
    Kegiatan Hut RI Ke 81 Tahun 2026

    JAKARTA, TIMURPOS. COM
    - Ketua Umum DPP Front Pemuda Muslim Maluku (FPMM) mengajak seluruh warga Maluku di Jabodetabek untuk menjadikan tetangga sebagai keluarga kandung dan keluarga kandung.

    Menurut Umar, dalam dipengalaman hidup sehari-hari, saat kita mengalami kesulitan atau masalah, maka orang yang pertama datang membantu kita adalah para tetangga kita. "Bukan saudara kita di Maluku yang pertama-tama membantu kita, tapi tetangga kita. Kita ingat hal ini," ucap Umar dalam sambutan saat malam puncak perayaan HUT ke-81 RI dan genap usia Umar ke-48 pada Senin malam (17/8/2026) di Nirvana Regency, Binalindung, Kota Bekasi.

    Pada saat ulang tahunnya itu Umar berefleksi kembali terkait peristiwa Matraman yang berakhir dengan korban jiwa dan berita hoaks. "Seandainya kita hidup dalam semangat bahwa tetangga adalah saudara kandung kita, maka peristiwa Matraman itu tak akan terjadi. Maka pada ulang tahun saya ini, saya mau mengajak seluruh keluarga FPMM dan keluarga Maluku untuk melihat tetangga sebagai saudara kandung kita," tegas Umar Key Ohoitenan.

    Hari ulang tahun Umar Key bertepatan dengan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Dan sebagai Ketua RT 08 RW 011, Binalindung, Umar bersama panitia menggelar sejumlah kegiatan lomba sejak tiga hari sebelum hari H.

    Tepat tepat hari Senin, 17 Agustus, segenap warga RT 08 menggelar upacara bendera, lengkap dengan komandan upacara dan kelompok penggerek bendera merah putih. Upacara berlangsung megah dan khidmat. Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Lurah Binalindung.

    Usai upacara panitia menggelar lomba tarik mobil dengan telinga, dilanjutkan dengan hiburan dan makan bersama.

    Pada sore hari, acara dilanjutkan dengan penyerahan santunan kepada anak yatim. Secara simbolik santunan diserahkan Umar Key didampingi para istrinya kepada 10 anak mewakili anak yatim.

    Kemudian ditampilkan hadroh dari anak-anak binaan Masjid Ar-Romlah, Binalindung. Sebuah puisi berjudul "Dikau" dibawakan oleh Ibu Ina, yang juga penulis puisi tersebut. "Seribu hati telah kau obati//kau telusuri hidup ini penuh suka dan duka//Wahai Umar, kau jadi panutan kami".

    Sebelum penyerahan foto kepada Umar Key oleh Pengurus FPMM, yang diwakili Wakil Ketua Umum, Wakil OKK, Ketua DPW DKI Jakarta dan Ketua Bidang PPA FPMM, sebuah fashion show ditampilkan anak-anak, yang dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.

    Penyanyi nasional Vonni Sumlang, penyanyi pop nasional era 1980-an, adik dari Albert Sumlang, peniup saxophone band The Mercy's, memeriahkan malam itu lewat beberapa tembang manis dan sangat menghibur Lalu, ada hiburan joged dan saweran. Suasana makin bertambah ramai.

    Seorang sahabat karib Umar, yang saat ini memiliki karier yang bagus, mengatakan kepada awak media, Umar Key adalah sosok yang karismatik dan rendah hati. "Dia banyak dicintai bukan oleh warga Maluku saja, tapi banyak orang di Indonesia. Dia sosok rendah hati, pemimpin yang baik, memiliki kewibawaan. Lewat FPMM beliau terus berkembang menjadi pemimpin tingkat nasional. Semoga beliau tetap bersahaja dan menjadi tempat berlindung bagi banyak orang," tuturnya.

    Acara malam puncak yang dikhususkan bagi Umar, dibuka dengan doa syukuran dan pembacaan ayat Alquran dibawakan oleh Ustad Drs Dahlan Rahayaan.

    Umar secara pribadi berterima kasih kepada seluruh warga RT 08 RW 011 Nirvana residence yang terlibat langsung dalam kegiatan-kegiatan itu. Umar juga apresiasi kehadiran Ketua Pemuda Bima, Mochtar Marasabessy, termasuk mantan Ketua RT 08 yang hadir malam itu.

    "Untuk hari ulang tahun ini, saya mintakan doa. Dalam perjalanan hidup selama 48 tahun ini tentu saya memiliki kelemahan dan kekurangan. Saya mohon maaf lahir dan batin," ujar Umar.

    Secara khusus Umar mengingatkan kita semua bahwa dengan tinggal di Jakarta, berarti kita semua juga berkewajiban untuk menjaga keamanan hidup di Jakarta. "Jangan ada ribut-ribut. Mari, kita merangkul tetangga kita dan hidup dengan sikap-sikap yang baik. Kita semua saling tergantung. Dan, kemerdekaan Indonesia merupakan hasil perjuangan kita bersama. Mari isi kemerdekaan ini dengan karya yang positif demi masa depan kita dan anak cucu kita," pungkas Umar. 










     (RN)



    Komentar

    Tampilkan

    Terkini