BANTAENG, TIMURPOS.COM — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) resmi mengakhiri masa pengabdian di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng.
Penutupan rangkaian kegiatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Seminar Akhir Program Kerja KKN-T yang digelar di Aula Kantor Desa Kayu Loe, Selasa (11/8/2026).
Kegiatan ini dihadiri aparatur pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta warga Desa Kayu Loe. Dalam seminar tersebut, mahasiswa KKN-T memaparkan berbagai hasil kegiatan yang telah dilaksanakan selama lebih dari satu bulan, mulai dari program kerja hingga berbagai inovasi yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.
Koordinator Desa Mahasiswa KKN-T Unhas, Muhammad Farhan Royani, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Desa Kayu Loe serta masyarakat yang telah memberikan dukungan selama pelaksanaan program.
“Seluruh program yang kami jalankan tentunya tidak akan terlaksana dengan baik tanpa dukungan dari Pemerintah Desa Kayu Loe dan seluruh masyarakat. Kami berharap program yang telah dilaksanakan dapat terus dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat meskipun masa KKN-T telah berakhir,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan berbagai program yang dijalankan mahasiswa tidak terlepas dari kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat. Karena itu, hasil program yang telah dibuat diharapkan tidak berhenti setelah mahasiswa meninggalkan lokasi pengabdian.
Sementara itu, Kepala Desa Kayu Loe, Muhammad Naim, menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKN-T selama menjalankan kegiatan pengabdian di wilayahnya.
Ia menilai keberadaan mahasiswa memberikan manfaat positif bagi masyarakat melalui berbagai program yang dilaksanakan. Selain itu, kegiatan KKN-T juga dinilai mampu mendorong masyarakat untuk semakin peduli terhadap kondisi lingkungan serta menggali potensi yang dimiliki desa.
“Kehadiran mahasiswa KKN-T telah memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat. Kami berharap ilmu dan program kerja yang telah diberikan dapat terus dimanfaatkan oleh warga Desa Kayu Loe,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian akhir pengabdian, mahasiswa KKN-T Unhas turut menyerahkan hasil hilirisasi program kerja kepada Pemerintah Desa Kayu Loe.
Penyerahan tersebut menjadi salah satu bentuk komitmen mahasiswa agar program yang telah dirancang dan dijalankan selama berada di tengah masyarakat dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang menjadi penanda berakhirnya masa pengabdian mahasiswa KKN-T Unhas di Desa Kayu Loe.
Meski masa pengabdian telah selesai, berbagai program dan inovasi yang telah dihasilkan diharapkan tetap dilanjutkan dan dikembangkan oleh pemerintah desa bersama masyarakat.
Dengan demikian, kehadiran mahasiswa KKN-T tidak hanya meninggalkan kenangan selama berada di Desa Kayu Loe, tetapi juga meninggalkan program, pengetahuan, dan inovasi yang dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.
Editor: Bang Jul
